Syukri Wardi Donatur PSMS LPIS

Syukri Wardi Donatur PSMS LPIS

Syukri Wardi Donatur PSMS LPIS
Pemain PSMS tak lagi resah soal financial, karena telah mendapatkan sosok donatur<br>
Tanpa Benny Sihotang, PSMS LPIS harus tetap jalan. Kehadiran soso Syukri Wardi bisa dikatakan menjadi penyelamat soal financial tim. Misi menjadikan PSMS profesional menjadi semangatnya untuk mengeluarkan ratusan juta kepada tim. Pundemikian, keterlibatannya di PSMS sebenarnya tak ingin ketahui banyak orang. Tapi karena tim hampir gagal berangkat ke Bireuen beberapa waktu lalu, mau tak mau dirinya pun harus tampil.

“Mengurus PSMS ini ternyata enggak cukup rasa cinta saja. Ada Rp380 juta yang harus dibayar untuk gaji pemain per bulan. Saat itu saya kasih pinjaman untuk melunasi gaji April. Dengan catatan CEO (Wimvi, Red) menjanjikan sponsor Rp6 miliar, satu di antaranya dari CILO. Saya lihat orang semua positif, makanya saat itu saya kasih pinjaman uang. Ternyata gaji belum selesai untuk April, karena digunakan CEO untuk biaya transportasi ke Pontianak (Persipon)," ujar Syukri.

"Karena janjinya gaji saya bayar, transport itu tanggungjawab CEO. Saya merasa dibohongi mentah-mentah oleh CEO. Makanya saya enggak mau CEO diberhentikan, saya masih ada urusan sama dia. Saya tunggu sampai Senin ini. Tapi sepertinya dia sudah tidak bisa dihubungi, saya pun dihapusnya dari pertemanan  di BBM,” ungkap Syukri.

Sebagai orang yang ingin memajukan PSMS, Syukri mengaku setuju jika terjadi perombakan AD/RT PSMS. Apalagi melihat situasi tim saat ini, dirinya mengaku sangat prihatin.

“Saya mau PSMS profesional. Tapi kalau tidak terlaksana saya enggak mau meluncurkan uang untuk PSMS. Kalau mau profesional ya jadinya Direktur PSMS. Saya enggak mau jadi ketua umum. Makanya, saya minta bentuk komite untuk mengubah AD/Art. Karena ini sudah dibentuk, tinggal saya butuh suratnya dan diteken oleh ketua umum, jadi saya jalan dengan PSMS LPIS untuk pendanaanya," bilang Syukri.

"Nantinya kalau sudah jelas semua, billboard yang di pinggir lapangan harus jelas, jangan kayak sekarang duitnya enggak jelas. Saya kasian sama pemain, makanya nanti malam (Sabtu malam kemarin, Red) akan saya kasih ke pemain (dana),” pungkas Syukri.

Syukri juga membeberkan jika akte PT. PSMS Medan yang dibuat tahun 2010 sudah digadaikan oleh oknum pengurus PSMS kepada dirinya. (Bolahita)