Sidang lanjutan Komisi Disilpin (Komdis) terkait demo pemain
PSMS Medan bakal digelar Rabu (10/7) besok.
Namun pemain, pelatih dan official
PSMS Medan sama sekali tak mengetahui jadwal tersebut. Meskipun sidang pertama dihadiri Ketua Umum Indra Sakti Harahap, sepulang dari sana, tim tak mendapat informasi apapun.
Malah pelatih Suharto yang mencoba menghubungi telepon selular ketum dan mengirimkan SMS tak berbalas. "Memang bukan sekali ini saja, kalau nomor telepon ketum tak aktif. Sudah terjadi cukup lama yang seperti ini. Begitu juga kalau SMS enggak dibalas. Tapi memang semenjak beliau sidang Komdis, Saya coba berkomunikasi. Hasil sidang juga kami baca di media dan menunggu keterangan dari kami. Kapan dan bagaimana soal tiket keberangkatan, belum jelas. Saya coba terus menelpon dan SMS. Tapi tidak ada respon," ujar Suharto kemarin siang.
Begitu juga dengan Alamsyah Nasution, Zulham Syahputra dan Irwin Ramadana, perwakilan pemain yang mengadukan nasibnya ke PSSI lalu. Hingga kemarin petang, mereka tidak mendapatkan kabar soal kapan sidang berlangsung.
"Belum ada dengar atau dikabari soal kapan pemain ke Jakarta. Tapi kan Indra ikut sidang pertama. Aneh juga ketika giliran pemain, pelatih dan official enggak diberitahu. Lagian Indra masih yang bertanggungjawab di PSMS," bilang Zulham.
Jika memang gagal berangkat mengikuti sidang Komdis, pelatih berkepala plontos ini tak mau tim disalahkan. Sikap Indra Sakti yang tidak koorperatif layak menjadi penyebab utama.
"Kami juga memiliki harapan persoalan gaji ini segera selesai. Kami yakin dengan kebenaran, karena semua ada pada kontrak yang ditandatangani ketum. Entah ini cara dia agar kami tidak berangkat, ya tidak mengertilah," beber Suharto.
Berangkat dengan menggunakan dana pribadi, Suharto, pemain dan official mengaku jujur tidak sanggup. Sembilan sampai sepuluh bulan tak menerima gaji adalah hal yang sangat menyedihkan. "Ini tidak lagi masalah menyangkut pribadi pemain dengan PSMS. Tapi sudah melebar ke perekonomian keluarga. Kalau pun dapat uang, lebih baik uangnya untuk di rumah," ujar Alamsyah Nasution, pemain PSMS.
Pemain berharap, PSSI atapun Komdis bisa dengan bijak mengambil keputusan dalam persoalan ini. "Kami kesana mengadukan nasib, karena di
Medan Indra Sakti tak bisa ditemui. Kalau kami dihukum juga, lantas siapa lagi yang melindungi kami sebagai pemain," pungkas Irwin Ramadana. (
Bolahita)