<div><b>
MEDAN. BOLAHITA - </b>Kejuaraan daerah (kejurda) tinju
Sumatera Utara yang dilaksanakan pada 6-9 Agustus di GOR Primbanda, mendapat perhatian besar terutama menyoroti kinerja wasit maupun hakim dalam setiap pertandingannya.</div><div><br></div><div>Adalah petinju asal
Medan, Benget Simorangkir yang bermain di kelas 75 Kg. Diakuinya, pertandingannya kemarin melawan petinju asal Binjai sempat menuai kontroversi dan sejumlah protes. Pasalnya, ia merasa menang mutlak terhadap lawannya tersebut.</div><div><br></div><div>“Banyak yang nonton tidak percaya saya yang kalah kemarin. Buktinya aja di ronde kedua lawan saya itu udah terjatuh, bahkan di sepanjang pertandingan banyak pukulan saya yang masuk. Tapi gak tahu kenapa justru saya yang kalah. Saya merasa dikalahkan,” ujar Benget di
Medan, Sabtu (8/8).</div><div><br></div><div>Lebih lanjut, Benget menilai kejadian terhadap kinerja wasit maupun mungkin bukan yang pertama terjadi. Ia pesimis jika kejadian masih terus berlarut, sampai kapan pun tinju di
Sumatera Utara gak akan pernah maju. Lebih lanjut, ia menilai perhatian pemerindah serta Pertina juga jauh dari apresiasi kepada petinju yang sudah berprestasi, sehingga melupakan untuk kesejahteraan para atletnya.</div><div><br></div><div>“Dulu juga saya pernah dicurangi pada tahun 2010 di Langkat. Saya sudah menang mutlak, tapi pas saya tidak kenak dipukul tapi dihitung. Saya langsung buka sarung tinju untuk berhenti bermain," ujar petinju berusia 36 tahun tersebut dan sudah mengikuti PON sebanyak 4 kali tersebut.</div><div><br></div><div>Sementera itu, Ketua panitia pelaksa kejurda tinju, Binner Dabukke menegaskan tidak ada intervensi sama sekali terhadap wasit maupun hakim. Bahkan ia menilai sejauh apa yang sudah dilakukan sang pengadil tersebut sudah baik.</div><div><br></div><div>“Secara keseluruhan saya nilai cukup baik lah, tidak unsur kesengajaan. Ya namanya juga manusia jadi tidak pernah puas. Tapi saya akan kembali evaluasi lagi pastinya kinerja wasit dan hakim, jika terjadi hal-hal yang sempat merugikan akan kita tindak lanjuti melalui bidang wasit,” ujar Binner.</div>