Persoalan PT.
PeSeMes mendapat respon keras dari klub pemilik
PSMS Medan. Berikut
beberapa komentar dari klub yang hadir dalam pertemuan di Hotel
Dhaksina, Senin (3/2) sore tadi.
"Tinjau kembali saja mandat klub kita ke dr Muhammad Fauzi. Itu kalau mereka tidak tau sejarah (perwakilan klub Indian Fotball)
"Sabtu
nanti saat pertemuan dengan pengurus
PSMS akan kita tanyakan. Gumarang
ingin
PSMS bagus bahkan kami klub ketiga saat itu yang menandatangani
mandat pencabutan ketum. Tapi sekarang klub malah ditinggalkan dalam
saham PT PeSeMeS. Saya harap posisi klub jangan dilupakan. Para senior
harus tegas dengan persoalan itu. (Hengki owner Gumarang FC)
"Sudah
ketemu king (Julius Raja), Saya tanya ke dia kenapa ada PT PeSeMeS
baru. Kan sudah ada pt PSMS. Dia jawab, nanti ribetlah, kan belum jelas.
Itu dua minggu lalu. Kami tidak ingin klub jangan dilupakan" (Tengku,
pengurus Bintang Utara)
"Kami
berharap klub tetap dipertahankan dibawah PT PeSeMeS. Ataupun PT
PSMS
yang sudah ada ini kembali membuat rapatlah. Biar PT
PSMS semakin kuat"
(Marzuki pengurus
Medan Putra)
"Kami
sangat mneyesalkan sekali, kenapa mereka tidak mengikutkan klub. Kenapa
tidak dibicarakan dengan klub. Apa mereka pikir klub tidak ada yang mau
membeli saham? Kenapa klub pemilik
PSMS ditinggalkan. Saya harap
klub-klub
PSMS ini kompak. Apa prosedur, apa keuntungan ada saham di
PSMS. Itu harus dijelaskan ke klub" (Fajar Ketum PS Pratama)
"Maunya
PT
PSMS yang dibuat tahun 2008 yg digunakan. Ataupun kalau PT PeSeMeS
yang sekarang, klub-klub juga harus dilibatkan. Kita tunggu saja apa
respon mereka dipertemuan Sabtu ini" (Rahmad Sekretaris Bintang Selatan)