BOLAHITA - Rahmad Hidayat menjadi salah satu pemain muda asal
Sumatera Utara yang baru saja merasakan level QNB bersama Pelita Bandung Raya (PBR) musim ini.
Namun kebanggaannya tampil level tertinggi di tanah air ini terhenti. Akibat kisruh PSSI dengan Menpora, top skor Pro Duta 2014 ini tak bisa menunjukan kualitasnya. Kini yang ada perasaan sedih bercampur rasa kecewa. Rahmad merasa semangat yang sudah dinanti-nantikannya justru dimatikan dengan penghentian kompetisi. "Sedih sekali rasanya sepak bola kita dihentikan. Saya tak mau mencampuri seperti apa kisruh ini. Bagi Saya dan pemain lainnya membutuhkan kompetisi tetap berjalan. Kami pemain mau berlomba menunjukan prestasi di lapangan ataupun klub," jawab Rahmad Hidayat.
Kesedihan eks pemain Pro Duta ini kian bertambah. Selain semangat prestasinya yang tertunda, kini dia harus berpikir mencari cara mendapatkan penghasilan. "Jangan sampai kami pemain bola kehilangan pekerjaan. Bermain sepak bola sudah menjadi profesi dan penghasilan buat keluarga. Bagaimana lagi dengan pemain yang sudah menikah, berkeluarga punya anak," kata Rahmad.
Pasca dihentikannya QNB, hampir semua pemain memilih kembali pulang ke kotanya masing-masing. Termasuk Rahmad Hidayat yang tiba di
Medan dan menyempatkan diri menyaksikan uji coba
PSMS Medan versus PSGL Gayolues kemarin di Stadion Teladan . "Sambil menunggu kepastian, saya memilih kembali ke
Medan. Berkumpul dengan keluarga dan bertemu kawan-kawann," pungkasnya.