BOLAHITA, JAKARTA - Secara khusus panitia Piala Presiden kedatangan empat pemain legenda sepak bola Indonesia, yakni Nobon Kayamudin, Tumsila, dan Parlin Siagian dari
PSMS serta Oyong Liza dari Persija.
Keempatnya menonton langsung sejak laga perebutan peringkat ketiga antara
PSMS Medan versus Persija Jakarta.
Sebagai apresiasi atas sumbangsih keempat legenda itu bagi persepakbolaan Indonesia, panitia Piala Presiden pun memberikan kado sebesar Rp 20 juta per orangnya.
"Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka, saya mengapresiasi kepada empat legenda
PSMS Medan yang juga menjadi legenda sepakbola Indonesia tersebut sebesar 20 juta rupiah," ujar Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait.
Mewakili ketiga rekannya, Nobon pun mengucapkan terima kasih atas penghargaan itu dan berharap turnamen seperti ini rutin digelar setiap tahunnya. Sebab tak cuma menguntungkan klub dan pemain, tapi juga memberi efek positif bagi masyarakat umum.
"Terimakasih Pak Maruarar. Saya sangat senang Piala Presiden 2018 ini menjadi contoh yang baik. Semuanya transparan dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Saya dengar ada pedagang kaki lima dan asongan diperbolehkan berjualan. Ini sangat berbeda dengan sepakbola yang terjadi selama ini. Harus didukung terus sehingga piala presiden ini setiap tahun bisa berlangsung," kata Nobon.
"Saya Parlin Siagian bersama Nobon, Oyong, dan Tumsila sangat berterimakasih untuk apresiasi yang diberikan Ketua SC Piala Presiden 2018 yang peduli terhadap kemajuan sepakbola Indonesia," timpal Parlin, yang kini menjadi Kepala Pemandu Bakat PSMS.