BOLAHITA - Perselisihan faham terus memayungi Sumut. Tak hanya persoalan sepak bola saja. Kali ini datang dari tiga wasit yang tak dapat rekomendasi dari Asprov PSSI Sumut, lantaran dianggap dilangkahi oleh oknum Askot PSSI Medan.
Tiga wasit C III asal
Sumatera Utara yang akan mengikuti pelatihan wasit C II Nasional terancam tidak bisa mengikuti kegiatan yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan PSSI Pusat itu.
Pelatihan akan digelar pada 23-30 April nanti di Hotel Premier Basko Padang. Rekomendasi Asprov PSSI
Sumut sendiri menjadi syarat wajib. “Kami sudah berupaya mendapatkan surat rekomendasi dari Asprov sejak Jumat (17/4), tapi rekomendasi belum juga didapat. Pihak Asprov beralasan penunjukan kami menyalahi aturan,” ujar Zul Andry, salah satu wasit yang akan mengikuti pelatihan tersebut.
Selain Zul Andry, wasit lainnya adalah Budi Prayanto Tarigan dan Irpani. Ketiganya yang sama-sama berasal dari Kota
Medan ini berharap Asprov PSSI
Sumut memberi rekomendasi, sehingga mereka bisa menambah ilmu kewasitan.
Sekum Askot PSSI
Medan, Benny Tomasoa, menyayangkan sikap Asprov PSSI
Sumut yang tidak mau mengeluarkan rekomendasi. Benny pun menilai Asprov telah menghambat proses regenerasi wasit di
Sumut dengan tidak memberikan rekomendasi dimaksud.
“Apa payahnya memberikan rekomendasi? Toh ini juga untuk kemajuan SDM wasit sepakbola di Sumut. Asprov janganlah menghambat karier wasit muda itu yang ingin meningkatkan kemampuan, harusnya mereka mendukung,” ketus Benny.
Benny sendiri mengaku Askot PSSI
Medan telah memberikan rekomendasi untuk ketiga wasit tersebut mengikuti pelatihan di Padang. Dikatakan, kalau pun Asprov
Sumut tetap tidak memberikan rekomendasi, pihaknya akan tetap mendukung Zul Andry cs berangkat ke Padang.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Asprov PSSI
Sumut Erwis Edy Pauja Lubis, menegaskan pihaknya punya alasan mendasar belum memberikan surat rekomendasi untuk ketiga wasit muda tersebut. Dijelaskan, pihak yang diberi wewenang Kemenpora selaku penyelenggara kegiatan mengirim peserta pelatihan adalah Asprov PSSI Sumut.
Namun kenyataannya wewenang Asprov justru dilangkahi oknum di Askot
Medan. Padahal, lanjut Erwis, Asprov PSSI
Sumut mempunyai data wasit terbaik dan berhak mengikuti pelatihan. Namun oknum di Askot PSSI
Medan lebih dulu mendaftarkan tiga nama ke Kemenpora tanpa konsultasi dengan Asprov.
“Komite Wasit Asprov PSSI
Sumut sendiri tidak mengetahui ada undangan Kemenpora perihal pelatihan wasit ini. Intinya, ketiga wasit yang akan dikirim itu bukan pilihan Asprov, jadi bagaimana mau memberi rekomendasi?” tanyanya mengingatkan tindakan tidak mengeluarkan rekomendasi sebagai pelajaran tata krama agar taat aturan organisasi.