MEDAN. BOLAHITA.com - Persoalan sama masih dihadapi
PSMS Medan saat mengalahkan Basri
Sumut dengan skor 3-0 (0-0). Lemahnya finishing akhir masih melekat di lini depan Ayam Kinantan.
Padahal banyak peluang yang berhasil diciptakan Aldino Herdiansyah dkk selama pertandingan. Tiga gol
PSMS kemarin dicetak Erwin Ramdani, Wijay dan Saiful Ramadan. Di babak pertama permainan
PSMS tidak berjalan lancar. Proses menciptakan peluang terhambat oleh komunikasi yang terputus antar lini. "Kita akui di babak pertama kita banyak miss mainnya. Tapi di babak kedua, anak-anak membaik. Kembali ke performa terbaik, mereka mampu menciptakan peluang," bilang Suharto AD pelatih
PSMS Medan usai pertandingan.
"Yang jelasnya target kita baik dalam pertandingan ini. Proses mencetak gol, transisi positif dan negatif yang kita inginkan terlihat. Dan memang adalah kendala kita di finishing. Mampu menciptakan peluang, namun kurang ampuh mengkonversikannya menjadi gol," sambungnya.
Bagi Suharto ini menjadi pekerjaan penting yang harus dibenahi. Apalagi di
Sumut tak ada lagi pilihan kepada striker mumpuni. "Siapa lagi striker disini yang ada? Ya mau tak mau, saya harus memaksimalkan yang ada dulu. Kita harus berusaha," harapnya.
Sementara itu penundaan Piala Kemerdekaan menurut Suharto membuat konsentrasi pemainnya bisa menurun. Secara sikis juga akan mempengaruhi persiapan tim. "Kita sudah siapkan program dan pemain fokus. Tiba-tiba dimundurkan lagi. Secara sikis ini bisa memengaruhi pemainnya. Saya harus mengganti program lagi," pungkasnya.