Olepedia Saktiawan Sinaga : Berawal dari PSMS Junior

Olepedia Saktiawan Sinaga : Berawal dari PSMS Junior

Jun 2, 2012 - 13:56
 0
Olepedia Saktiawan Sinaga : Berawal dari PSMS Junior
<br>
Selain Wijay, Saktiawan Sinaga merupakan satu dari dua pemain jebolan PSMS Junior tahun 2000 yang masih menggeluti Si Kulit Bundar saat ini. Bakat serta penampilan yang enerjik di junior, berhasil membawanya ke PSPS Pekanbaru, sebagai klub professional pertamanya.
 
Waktu dua musim mampu menjadikannya bomber sejati. Pemain kelahiran 19 Februari 1982 menjadi salah satu striker yang di waspadai. Kecepatan mendrible bola dan shooting keras, Sakti dianggap pantas masuk dalam kategori bintang saat itu.  Selain dengan kelebihannya itu, Sakti juga diberkahi sikap tempramen yang tinggi. Tak heran kalau wasit cukup sering memberikan kado, berupa kartu kuning ataupun merah.

Musim selanjutnya, karir Sakti berlanjut ke PSDS Deliserdang. Tapi tidak selama memperkuat PSPS Pekanbaru, PSMS Medan memintanya bergabung. Melalui pelatih Sutan Harhara, di tahun 2004 nama Kutil – panggilan Saktiawan Sinaga melambung tinggi. Meskipun baru tampil sebagai pemain muda (debutan), setiap tampil di Stadion Teladan, Sakti selalu dielu-elukan ribuan pendukung Ayam Kinantan. Karakter Medan berhasil ditradisikannya. 

Apalagi ketika masuk dalam skuad Abdurahaman Gurning di tim sepak bola PON Sumut. Saktiawan dkk membawa tim Sepak Bola Sumut menempati posisi ke-3. Torehan manis tersebut engawali bangkitnya sepak bola di Kota Medan. Bersama Mahyadi Panggabean, Legimin Rahardjo, Agus Cima dan Markus Haris Maulana di PON, sepak bola Medan kembali diwaspadai. Prestasi tersebut membawa Saktiawan Sinaga dkk dipertahankan hingga musim 2007 di PSMS.
 
Di tahun itu, Sakti tak lagi muncul sebagai pemain muda. Stiker asli anak Medan mampu disejajarkan dengan klub-klub besar lainnya. Sayangnya menyempurnakan grafiknya di PSMS gagal total, ketika dikalahkan Sriwijaya FC di partai final. Pendukung PSMS pun tak marah kepadanya. Kepemimpinan Wasit Purwanto dinilai dalang kegagalan menjadi juara saat itu.

Pasca menjadi runner up di tahun 2007, Persik Kediri langsung memboyongnya. Sihir Saktiawan di lini depan membuat Iwan Budianto manajer Persik saat itu kecantol. Mahyadi Panggabean, Legimin Rahardjo dan Markus Harris pun dibawa dari Medan. Penampilan Saktiawan yang mumpuni di Liga Indonesia membawanya ke timnas Indonesia. Tahun 2004, pemain dengan tinggi 175cm dan berat 75kg dipanggil oleh Peter White.

Penampilan perdana Saktiawan tampil di Pra Piala Dunia (PPD) melawan Turmenistan. Saktiawan diturunkan sebagai pemain pengganti Ilham Jaya Kesuma dan bermain selama 25 menit. (Bolahita)


What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow