MEDAN, BOLAHITA - Ketua Umum Pengprov PRSI
Sumut Muchrid Nasution meminta pengelolaan Kolam Renang Selayang guna mendorong program pembinaan prestasi atlet
Sumut ke depan, khususnya cabang renang.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD
Sumut ini bahkan menuding Kolam Renang Selayang yang saat ini berada di bawah pengelolaan Dispora
Sumut itu belum mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Anggaran APBD
Sumut yang dikucurkan ke Dispora
Sumut untuk pembinaan Kolam Renang Selayang cukup besar, bahkan jauh lebih besar biaya belanja dari PAD yang diperolah. Itu namanya bukan memberi kontribusi PAD, tapi justru sebagai pengguna anggaran,” katanya, Senin (16/11).
Menurutnya, selama ini kucuran dana APBD untuk Kolam Renang Selayang mencapai Rp1 miliar, sedangkan pendapatan yang mampu diraup hanya ratusan juta.
Menanggapi permintaan itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
Sumatera Utara Baharuddin Siagian berjanji segera menyerahkan pengelolaan Kolam Renang Selayang kepada Pengprov PRSI Sumut, jika sarana rekreasi murah bagi masyarakat itu telah benar-benar bagus dan refresentatif.
“Saat ini kondisinya masih cukup memprihatinkan, padahal kita ingin 2016 nanti, Kolam Renang Selayang bisa menjadi ikon Sumut,” katanya.
Dia berharap, kolam renang yang kini masih di bawah pengelolaan pihak Dispora
Sumut itu benar-benar mampu menjadi sarana rekreasi yang memadai bagi kalangan pelajar, sekaligus mampu mengukir prestasi.
Terkait wacana tersebut, pihaknya masih terus mengajukan usulan anggaran ke Menpora agar Kolam Renang Selayang bisa menjadi sarana olahraga berstandard internasional.
“Jadi rapi dulu, cantik dulu baru kita serahkan. Sedangkan untuk jumlah lintasan renang juga masih sembilan, kita akan usulkan 10 agar berstandar internasional,” katanya