MEDAN, BOLAHITA - Pelatih
PSMS Medan, Mahruzar Nasution menegaskan tetap menerapkan permainan keras ala rap-rap. Karakter permainan itu tidak bisa dipisahkan dari Ayam Kinantan. Makanya intruksi tetap mempraktekan bermain sepak bola keras dan sportiv akan tetap diberlakukan.
"Permainan keras akan dimainkan terutama saat ketinggalan, tentunya kami akan melakukan pressing dengan pola permainan tersebut,” ujar Mahruzar Nasution kepada wartawan. Namun penerapan larakter sepak bola yang demikian tetap memiliki batasan. Menjunjung tinggi nilai sportivitas selama 90 menot di lapangan.
"Istilan rap-rap itu kan sebutan dari publik
Medan terkait metode pressing itu dan tidak bisa diubah. Dengan catatan masih dalam batas sportivitas,” sambubg Mahruzar Nasution.