BOLAHITA, JAKARTA - PSSI menggelar pertemuan dengan perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker), Dirjen Imigrasi, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Kantor PSSI, Kuningan, Kamis (25/1). Hal ini dilakukan terkait perizinan tenaga kerja asing yang ada di sepak bola Indonesia dalam hal ini pemain maupun pelatih.
Seperti diketahui, saat ini PSSI menyongsong dimulainya kompetisi Liga 1 2018 yang notabene setiap klub diperbolehkan mengontrak pemain asing dan pelatih asing. PSSI ingin setiap tenaga kerja asing yang bermain di sepak bola Indonesia mempunyai kualitas yang bagus juga tidak ada masalah dalam hal perizinannya.
Deputi Sekjen PSSI, Marco Gracia Paulo mengatakan bahwa pertemuan ini adalah inisiatif PSSI sebelum berlangsungnya kompetisi Liga musim 2018. "Ini bentuk pengelolaan dan pencegahan hal yang tidak diinginkan mengenai tenaga kerja asing. PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Kemenaker, dan Imigrasi duduk bersama dan saling kasih info dan update terkini terkait tenaga kerja asing," kata Marco, Kamis (25/1).
Marco menyebut PSSI terus berupaya agar setiap klub dapat agar Tujuannya sebagai bagian pembelajaran dan peningkatan kompetisi, dari kendala yang timbul, kesulitan, dan isu di kompetisi musim lalu.
"Dengan waktu yang cukup untuk persiapan Liga musim 2018, kita juga menyiapkan sistem pengelolaan tenaga kerja asing yang terpadu. Termasuk bagi 3 klub promosi Liga 1 yang juga akan menggunakan tenaga kerja asing," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Visa Kunjungan Dirjen Imigrasi, Yusuf Umardani mengatakan bahwa siap tenaga kerja asing yang di Indonesia wajib memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja. "Setiap tenaga kerja asing yang telah memiliki IMTA diproses lagi untuk mendapatkan Visa Tinggal Terbatas (VITAS). Lalu setelah dia punya VITAS dan ada di Indonesia mendapatkan Izin Tinggal Terbatas (ITAS). Dan tenaga kerja asing tersebut sudah bisa berkegiatan di Indonesia bila sudah ada ITAS," kata Yusuf.
"Pertemuan dengan PSSI akan terus berlanjut ke depannya. Kami saling bersinergi dan mendukung PSSI demi proses administrasi yang baik, bersih dan tentunya untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Kami juga ingin terkait pengurusan serta administrasi tenaga kerja asing di sepak bola Indonesia melalui jalur federasi dalam hal ini PSSI," tukasnya.