JAKARTA. BOLAHITA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menolak secara tegas keberadaan Indonesia Super League (ISL) yang harus diverifikasi oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Aristo Pangaribuan, Direktur Hukum PSSI, menegaskan kebaradaan BOPI jadi biang masalah terhetinnya kompetisi. Hal ini berdasarkan karena keberadaan BOPI telah bertindak tidak independen dan sudah menyalahi aturan.
"BOPI ini hanya memperpanjang rantai birokrasi menjadi komplikasi birokrasi di dalam olahraga sepakbola," kata Aristo saat jumpa wartawan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/8).
Menurut Aristo, posisi BOPI dalam Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) tidak diperlukan di PSSI. Padahal sebelum ini BOPI sudah mengambil alih fungsi-fungsi instansi lain bahkan menyalahkan prosedur.
"Bahkan BOPI sudah memutuskan sesuatu tidak melalui prosedur sewajarnya. Semua kegiatan sepakbola, baik turnamen maupun kompetisi, atas perintah Undang-Undang No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, sudah sangat jelas bahwa itu harus dilakukan oleh induk cabang olahraga, dalam hal ini PSSI," jelasnya.
Aristo menambahkan kompetisi ISL 2015/2016 PSSI tidak akan melibatkan BOPI dalam proses izin untuk menggulirkan kompetisi sepakbola profesional. "Selama ini BOPI selalu mengatasnamakan mewakili pemerintah, padahal tidak memiliki dasar verifikasi," urainya Aristo.