Pelaku yang Sama di Play Off LPI & PSMS
Pelaku yang Sama di Play Off LPI & PSMS
Temuan ini didapatkan dengan berpatokan pada daftar susunan pemain. Michael, yang diduga sebagai pihak ketiga, menjadi meussure Bontang FC atau orang yang biasanya masuk ke lapangan untuk menyemprotkan foot spray atau membantu pemain yang mengalami masalah.
Para pelaku ini juga diperkirakan sama ketika mencoba melakukan hal serupa kepada PSMS Medan saat tandang ke Persih Tembilahan dan Persisko Tanjabbar lalu.
“Ada dua pihak ketiga, yaitu Michael dan David. Bahkan ada nama baru dari Surabaya bernama Yusuf. Michael dari Malaysia, tapi ada yang mengatakan dari India dan Cina,” kata Hinca, Jumat (20/12).
Menurut Hinca, pencantuman nama Michael ada di dalam daftar susunan pemain Bontang FC di tiga laga play-off.
“Fakta yang terjadi banyak kejanggalan. Kami menonton pertandingannya dan tidak masuk akal. Kami meminta 3 orang profesional. Kesimpulan sama, yakni mencurigai meussure, yang bawa alat namun tak disemprotkan, melainkan membisikan.”
“Ini tentu tidak masuk akal. Saudara Michael yang diduga bandar duduk sebagai meussure di Bontang FC. Ia tidak lagi mengontrol dari kejauhan tapi sudah di dalam
Michael, menurut Hinca, merupakan orang yang juga memberikan uang kepada Camara Fode melalui Yusuf. Uang itu diberikan oleh Camara kepada pemain di hotel.
Michael jugalah yang diduga menjadi pihak ketiga yang mengatur pertandingan PSLS Lhokseumawe di play-off IPL. Ia juga diduga terlibat dalam pengaturan skor yang melibatkan PSMS Medan.
“FIFA dan PSSI sudah membicarakan hal ini. Nantinya akan melibatkan interpol karena ada pihak asing yang terlibat. April 2014, rencananya PSSI dan Komdis membahasnya dengan FIFA. Tapi, karena kasus kita bongkar dengan cepat, kami berharap pertemuan bisa cepat.”
“Saya juga sudah diskusi dengan teman-teman kepolisian untuk sama-sama melihat ini sebagai sebuah kejahatan yang harus diperangi,” ujar Hinca.
What's Your Reaction?