BOLAHITA, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung melalui sekretaris daerah (Sekda) kota Bandung, Yossi Irianto membuka peluang untuk PT Persib Bandung Bermartabat untuk mengelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung.
Saat ini menurut Yossi pihaknya sedang membahas skema pengelolaan termasuk dari pembagian hasil dari pengelolaan Stadion GBLA. "Dia (PT PBB) mengajukan GBLA. Selama ini dikelola Dispora tidak maksimal, rumput mati, air bocor, memang biaya pemeliharaan tinggi. Untuk listrik saja Rp 1,2 miliar per tahun, Rp 100 juta per bulan, belum lagi pemeliharan gedung," ucap Yossi dilansir dari PRFM, Senin (5/2/18).
Lebih lanjut, menurutnya untuk pemeliharaan rumput saja bisa mencapai Rp 500 juta setiap bulannya. Jika dihitung PT PBB harus menyiapkan dana setiap tahunnya Rp 5-6 miliar.
"Ini menjadi tidak efisien. Makanya, yang paling efektif dan efisien adalah dikerjasamakan atau dikelola dengan baik oleh PT PBB, keuntungan bagi hasil ini yang sedang dibahas oleh tim," sebutnya.
Bahkan, Yossi menyebutkan bukan hanya PT PBB saja yang mengajukan untuk mengambil alih pengelolaan tersebut. Tetapi, ia menyebutkan saat ini pemerintah kota hanya membuka peluang kepada pihak PT PBB.
"Sebelum kepada yang lain, tentu buat Persib dulu, ke PT PBB karena masih tim kita, saham kita juga, masyarakat yang punya, bobotoh," jelasnya.
Pihak PT PBB sendiri sudah mengajukan surat permohonanan perihal pengelolaan Stadion GBLA. Meski brgitu, sampai saat ini belum dapat ada keputusan akhir.
"Hitungannya belum keluar. Nanti dibentuk tim independen untuk menghitung itu, tetapi prinsipnya menguntungkan, dengan keinginan Persib menjadikan GBLA sebagai markasnya, kami sepakat mengenai itu, supaya bobotoh bisa menikmati," tandasnya.