MEDAN, BOLAHITA - Duka seorang atlet yang berprofesi sebagai pemain bola lantaran tak gajian atau kompetisi yang tak jelas ternyata menular. Di cabang olah raga tinju, ada Abdulah Siregar atlet terbaik yang memperkuat
Sumut di PON Riau 2012 lalu, tapi justru sekarang menjadi penarik becak bermotor.
Meski sudah berbagai gelar dan prestasi diraihnya, tetap membuat sosok Abdullah tak mendapatkan pekerjaan. Demi mempertahankan hidupnya, menjadi penarik becak harus dilakukannya.
"Saya lahir dari tinju dan pastinya tetap main tinju hingga saat ini. Tapi sejauh ini saya belum bisa hidup dari tinju makanya harus cari penghasilan lain dari narik becak," ujar petinju andalan Kabupaten Kota Padang Sidempuan tersebut di sela kejuaraan tinju (daerah) di
Medan, Kamis (7/8).
Bicara soal prestasi, ia mengakui sudah banyak mendapat gelar. Terakhir, petinju yang bermain di kelas 46 Kg tersebut merebut medali emas dalam kejuaraan Piala Walikota di Sidempuan tahun 2014. Bahkan beberapa bulan lalu tepatnya bulan Februari, petinju kelahir 24 April 1990 tersebut baru saja menyabet medali emas di Padang Lawas.
Meski demikian, Abdullah kini masih menaruh harapan kepada pemerintah daerah maupun Pertina
Sumut agar lebih memperhatikan kesejahteraan para atlet-atlet. "Kita sebagai atlet pastinya berjuang untuk daerah. Tapi sejauh ini perhatian kepada atlet sangat minim padahal banyak atlet tadi sudah menorehkan banyak prestasi," ucapnya.
"Saya pribadi di samping masih terus berlatih tinju, juga berharap agar mendapat pekerjaan yang layak. Dari perhatian tadi pastinya akan memacu para atlet untuk menuai prestasi yang lebih baik. Semoga kesejahteraan para atlet juga lebih diperhatikan," ujar petinju kelahiran Sidempuan tersebut.