Porprovsu 2019 Diikuti 2.226 Atlet, Minus Nias Utara dan Selatan
Porprovsu 2019 Diikuti 2.226 Atlet, Minus Nias Utara dan Selatan
Hanya minus Nias Utara dan Nias Selatan. Jumlah ini merupakan hasil seleksi para Porwil Sumut April-Mei 2018 lalu. Untuk pendaftaran atlet dan cabor paling lambat Rabu (29/5) mendatang.
Dikatakan Sakiruddin rapat koordinasi dalam rangka evaluasi kesiapan peserta Kabupaten dan kota dalam mengikuti Porprovsu. Sakiruddin berharap sudah ada data finalisasi atlet dan cabor dari seluruh kabupaten dan kota yang akan bersaing di Porprovsu.
"Kita harapkan atlet-atlet yang lolos dari Kabupaten dan kota bisa mengikuti Pekan olahraga provinsi. Karena Porprov ini titik kombinasi tertinggi dalam rangka evaluasi keberhasilan pembinaan kabupaten dan kota di tingkat provinsi," ucap Sakiruddin.
Sakiruddin juga mengingatkan kepada pengprov cabor evaluasi keberhasilan dari pengcab-pengcab olahraga di daerah. Seperti dari Asprov PSSI Sumut ada rencana pembatalan empat daerah tidak ikut berlaga di Porprovsu karena ada regulasi dari PSSI yang dinilai memberatkan.
"Beberapa KONI tidak mengirim akibat peraturan dari PSSI itu. Dibuatkan surat salah satunya ke Binjai yang bisa diganti hanya lebih pemain. Sementara banyak pemainnya yang ikut persiapan Liga 3. Sementara Liga 3 sampai hari ini jadwalnya kan belum ada. Makanya ini peranan Asprov PSSI untuk bicara kepada masing-masing Askot. KONI hanya bisa mendorong Asprov," jelas Sakiruddin.
"Untuk atlet pelatnas kita tidak berhak memberikan wilcard. Hanya Pengprov cabor yang berhak dan berwenang," tambahnya.
Sementara Chairul Azmi menambahkan, ajang Porprovsu juga kesempatan bagi atlet yang belum masuk pelatda PON bisa berpeluang promosi. Menurut Chairul Porprovsu ajang seleksi akhir bagi cabor dalam persiapkan atlet terbaiknya mengikuti Pra kualifikasi PON 2019. Terutama untuk cabor individu seperti silat dan atletik adalah peluang untuk menerapkan sistem promosi dan degradasi.
"Porprovsu adalah seleksi tahap akhir. Sehingga atlet yang saat ini masuk pelatda juga tidak sewenang-wenang. Jadi, atlet daerah juga semangat untuk berpeluang bersaing dengan atlet pelatda yang juga turun di Porprov. Jadi, ini media bagi pengprov cabor untuk menentukan atlet Pra PON. Saya kira pengprov harus memberlakukan hal itu," harap Chairul Azmi.
"Tapi itu semua kebijakan Pengprov cabor. Karena bisa saja atlet yang hebat tidak juara di Porprov karena sakit, cidera, atau kendala teknis. Karena Pengprov yang paham tentang kondisi atletnya. Minimal, kita (KONI) akan tetap mengamati perkembangan atlet. Karena ini ajang tertinggi event olahraga di Sumut," harapnya
What's Your Reaction?