JIKA akhirnya Stadion Teladan tak lolos verifikasi, bisa dipastikan Pro Duta tidak akan bermain di Kota
Medan. <div><br></div><div>Mau tak mau manajemen klub Sihar Sitorus tersebut harus perpindah homebase, mencari stadion yang layak menggelar pertandingan Indonesia Super League (ISL) buat musim depan.</div><div><br></div><div>"Kemungkinan kita berpindah homebase bisa terjadi, kalau Stadion Teladan tak lolos verifikasi," ujar Wahyu Wahab CEO Pro Duta. Stadion Teladan sendiri saat ini masih dalam proses pengerjaan. Malah kondisi rumput yang telah lama selesai sudah rusak kembali. </div><div><br></div><div>Hingga sejauh ini, Wahyu mengaku sudah menyiapkan beberapa alternatif homebase baru mereka. "Bisa ke Pekanbaru, Aceh dan Kaltim juga. Nanti kita akan komunikasi lagi soal ini. Yang pasti ketiga daerah itu punya stadion yang sudah pasti lolos dalam verifikasi," bilangnya. Lantas bagaimana kabar soal mau dijualnya Pro Duta? </div><div><br></div><div>"Kemarin proses jual beli itu sudah dekat, tapi sampai sekarang belum terjadi. Kami hanya ikuti apa kata owner soal ini. Kabarnya owner, masih tetap ada pihak lain peminat Pro Duta," beber Wahyu Wahab. </div><div><br></div><div>Namun manajemen pribadi sudah menyampaikan ke Sihar Sitorus agar tim ini tetap mereka kelola. "Kami sudah sampaikan ke beliau (Sihar Sitorus, Red) supaya tim ini jangan dijual dan tetap di
Medan dulu," pungkas Wahyu.</div><div><br></div><div>Bagi pemain, bermain di level ISL dan bukan di Stadion Teladan merupakan sebuah kesedihan. Apalagi Kota
Medan musim ini tanpa klub di liga tertinggi itu.</div><div><br></div><div>"Kecewa juga bila kita tak bisa main di Stadion Teladan. Tapi kita harus mengikuti petunjuk klub, mereka pasti akan mencari tempat terbaik buat kami bisa merasakan ISL," ujar Muhamad Rifqi kapten Pro Duta.</div><div><br></div><div>Jika memang ini terulang kembali, maka Sihar Sitorus mengulangi hal yang sama ketika PT Togos Gopas menjadi pengelola
PSMS Medan di musim pertama bergulirnya Indonesia Super League (ISL) 2008 lalu.</div>