Rochy Putiray Cetak Gol Kemenangan PSSI Legend
Rochy Putiray Cetak Gol Kemenangan PSSI Legend
Disepanjang laga berjalan ketat sejak awal. PSMS legend dimotori Iwan Karo-Karo dan Abdurahman Gurning di tengah. Keduanya dibantu H Sumardi. Dashrul Bahri mengisi posisi paling depan. Sementara di bawah ada PSMS dikomandoi Puspom dan Petrus Barus membentengi gawang Prof Fidel Ganis Siregar.
Dan Dashrul Bahri, Julius Raja hingga Fadly Hariri berkali-kali menebar ancaman. Namun ketatnya pertahanan PSSI legend di bawah komando Nasir Salasa mampu meredam serangan PSMS legend.
PSSI legend bukan tak membalas. Mereka pun meladeni permainan tuan rumah. Nama-nama sekaliber Ricky Yakobi, Rochy Putiray, dan Khair Rifo cukup merepotkan Yongky Haurissa di lini pertahanan PSMS legend. Hingga jedah, belum ada gol yang tercipta.
Usai turun minum, kedua tim masih terus bergantian melakukan serangan. PSSI legend banyak melakukan rotasi pemain. Ada 7 pemain yang masuk, seperti kiper Sandi, lalu David Sulaksono, Sede Sulaiman, Berti Turuarima, David Albet, Badia Raja Manurung dan Aziz.
Sementara Rochy Putiray masih dipercaya untuk memimpin serangan di depan. Rochy yang pernah mencicipi Liga Hong Kong itu juga jadi pemecah kebuntuhan tim lewat sontekannya pada menit 67.
Kemenangan PSSI legend tercipta berkat gol Rochy Putiray
PSMS berusaha membalas lewat Safril. Tapi usahanya sia-sia karena kuatnya pertahanan PSSI legend. Hingga peluit panjang, skor 1-0 untuk PSSI legend.
"Pertandingan yang sangat menarik, karena kami sebagai mantan pemain pastinya rindu kembali ke lapangan hingga dipertemukan di sini. Ya harapannya, ini bukan sekali aja tapi bisa terus dilakukan. Apalagi kan bisa sharing-sharing pengalaman buat yang muda," kata Badia Raja Manurung.
"Walau gak ada lisensi kepelatihan, tapi pasti ilmu sebagai mantan pemain bisa berguna," ucap Badia Raja Manurung mantan pemain PSMS dan PSSI era 80-an itu. Dia juga tak lupa megucapkan terima kasih kepada Askrindo, BNI dan USU yang telah menggelar dan mendukung laga tersebut.
Sebelumnya, Dirut Operasional Askrindo, Anton Siregar memberi perlindungan asuransi kesehatan kepada setiap pemain yang ikut dalam Indonesia Legendary Match sebesar Rp100 juta.
"Bangga sekali bisa ke Medan. Bersilaturahmi dan saling kenal kepada mantan pemain di setiap era berbeda. Semoga event ini agenda tahunan, karena banyak pemain-pemain yang belum bisa hadir seperti Feri Sandria dan lain-lain. Ya pastinya setelah ini, kami tunggu away nya di Jakarta," ucap Anton didampingi CEO BNI Wilayah Medan, Novianto.
Prof Fidel Ganis Siregar mewakili PSMS legend menjawab keinginan tersebut. "Selamat datang dan terima kasih PSSI sudah datang ke Medan. Ada home, pasti ada away juga. Kami bangga para legenda sepakbola nasional bisa ke sini," ucap dia.
What's Your Reaction?