<div><br></div>JIKA surat kedua yang dilayangkan manajemen
PSMS Medan ke PSSI, PT. Liga Indonesia,
PSMS Medan dan Indra Sakti Harahap tak direspon, dipastikan pertemuan di meja hijau tak lama lagi. <div><br></div><div>Pasalnya manajemen yang tersisa ini sudah melakukan apa yang tertuang di kontrak, yakni melakukan usaha penyelesaian sesuai legalitas di lembaga tersebut. </div><div><br></div><div>"Disini dalam arti yakni PSSI dan PT. Liga Indonesia sebagai pengelola. Kita sudah surati dan tunggu responnya kurang lebih seminggu. Bila tidak ada, ya itu sudah menjadi pengacara yang nanti kami kuasakan," ujar Fityan Hamdy, sekretaris tim saat penutupan acara SMecK Holigan di Stadion Teladan.</div><div><br></div><div>Jika memang nanti penunjukan pengacara terjadi, Fityan Hamdy meminta ke semua pemain yang ada untuk menandatangani surat tersebut. "Itupun bagi pemain yang mau haknya diperjuangkan. Tapi kalau sudah ada yang mengikhlaskannya, ya mau bilang apa. Yang pasti kami tidak pernah ikhlas, kami harus berjuang dengan hak kami," tegasnya. </div><div><br></div><div>Dukungan menuntut hak dari meja hijau mengalir ke tim. Parlin Siagin menilai ini langkah tegas yang harus didukung semua pihak yang menginginkan kemajuan. "Silahkan saja dan wajar. Mereka sudah bekerja tapi tidak pernah diberikan gaji. Apa bisa keluarga dinafkahi dengan janji," bilang Parlin. (
Bolahita)</div>