BOLAHITA, MEDAN - Striker anyar PSMS, Diego Banowo memiliki cerita tersendiri kenapa akhirnya memilih datang ke
Medan.
Diego Banowo yang juga pernah menjadi bagian dari PSS Sleman dan Persela Lamongan ini menilai,
PSMS Medan menjadi tim yang paling serius mendatangkannya.
"Februari sudah habis kontrak di Persela. Sebenarnya ada beberapa tawaran juga selain dari
Medan, termasuk Bhayangkara Solo FC," kata Diego Banowo.
"Sempat dipanggil dan nego juga, tapi belum ada kepastian kapan mau teken kontrak. Jadi saat ini yang paling serius PSMS," ucap Diego Banowo.
Diego Banowo yang juga pernah memperkuat Persita Tanggerang dan Persis Solo ini menjelaskan,
PSMS memang sudah tertarik meminangnya sejak tahun lalu.
Tapi, Diego Banowo baru menikah saat itu lebih memilih agar memperkuat klub yang tidak terlalu jauh dari Solo.
Itu sebabnya musim lalu, dia lebih memilih berkostum Persela Lamongan.
"Sebenarnya tawaran dari Pak Mul itu selaku manajer
PSMS sudah datang dari tahun kemarin. Tapi saya waktu itu lagi persiapan buat nikah. Jadi gak kepikiran mau kemana-mana dulu. Setelah nikah saya diskusi sama istri ada tawaran dari Lamongan jadi pilih Lamongan karena supaya tidak jauh," Diego Banowo.
"Tapi musim lalu baru tiga kali main kompetisi berhenti akibat covid-19 sampai sekarang. Dan musim ini ditelepon lagi sama Pak Mul," tambah Diego Banowo.
Selain itu, Diego Banowo yang juga mantan pemain Persijap Jepara dan PS Bengkulu ini menambahkan, niatnya musim ini memang berkostum PSMS.
"Jadi saya lihat
PSMS ingin saya hadir di sini (
Medan). Ya akhirnya saya rundingkan sama istri dan saran dia memilih klub yang jelas dan pasti. Maka saya memilih
PSMS Medan," pungkasnya.