BOLAHITA, MEDAN - Lahir dari satu kegelisahan Susanto, seorang pelatih sepak bola, yang sebelumnya eks pemain profesional yang telah memperkuat sejumlah klub di tanah air.
Susanto melihat perkembangan sepakbola di Sergai yang kian menghilang. Banyak bakat-bakat daerah yang tak tersentuh dengan benar. Kemudian, meredupnya pasokan pemain daerah ke nasional menjadi alasan lahirnya Sergai Football Academy, tahun 2020.
"Dulunya banyak pemain tercipta baik di Liga 1 dan 2 dari kabupaten ini. Kalau sekarang malah sudah enggak ada lagi," kata Dede Pranata, staff pelatih Sergai Football Academy menceritakan kepada
Bolahita.
"Sebagai putra daerah dan eks pemain Liga, kami merasa harus berbuat dan memperbaiki ini. Bertujuan menciptakan pemain yang mampu bersaing baik dilevel daerah maupun nasional nantinya," ucap Dede Pranata.
Niat baik coach Susanto dkk sepertinya mulai berbuah. Belum genap setahun, tim ini sudah berhasil mendapatkan dan respon yang positif. Dari sisi kepelatihan, mereka juga mendapatkan jasa dari sosok Legimin Rahardjo.
Lalu meraih peringkat ketiga di Turnamen Djohar Arifin Cup di Langkat tahun 2020 lalu. Bahkan berhasil juara di Turnamen Bupati Cup Langkat. Dan teranyar runner up di FJL di Asahan, beberapa waktu lalu.
Sergai Football Academy menggunakan Stadion 26 Juli PT. Lonsum, Perkebunan Rambung Sialang sebagai homeground sekaligus homebasenya.
Sergai Football Academy latihan tiga kali seminggu, yaitu Selasa, Kamis dan Sabtu. "Sekarang jumlah siswa kami sekitar 80 orang, terdiri dari kelahiran tahun 2004, 2005, 2006, 2007 dan 2008," pungkas Dede Pranata.
Informasi Sergai Football Academy
Berdiri 20 Juli 2020.
Pembina : Edy Mugiono
Manajer : Supono
Sucipto (Sektim)
Azmi SH (Legalitas)
Setia Nurgie (Humas)
Staf Pelatih:
Susanto (headcoach)
Legimin Rahardjo (coach)
Rizal Saragih (coach)
Dede pranata (GK coach)