BOLAHITA - Sekitar tujuh peluang manis PSMS Medan terbuang percuma saat melawan Liga Super Sumut lalu menunjukan finishing masih belum stabil. Namun positifnya, setidaknya punggawa Ayam Kinantan mampu menciptakan sejumlah peluang dalam setiap pertandingan.
Belum membaiknya penyelesaian akhir ini menjadi PR bagi Suharto AD. Sembari menunggu kepastian kompetisi, pria berkepala plontos ini tetap bersemangat mendrill pemainnya. Seperti apa yang dilakukan mereka saat latihan sore di lapangan Makodam kemarin sore. Tambun Naibaho dkk mendapat beberapa variasi drill khusus memperbaiki finishing touch. "Finishing akan terus kita genjot. Karena dari hasil pertandingan melawan Liga Super
Sumut lalu, kita gagal mengkonversikannya menjadi gol," bilang Suharto AD pelatih
PSMS Medan.
Dalam mencetak gol, sejauh ini second line
PSMS masih terbilang aktif. Dan dengan mengusung formasi 4-2-3-1, memang mengandalkan para gelandang serangnya mencetak gol. Sebut saja Erwin Ramdani menjadi mencetak 7 dan Nasuha dengan 4 gol. Sedangkan para striker, Aldino mencetak 2 gol, sedangkan Tambun Naibaho dan Fajar Adinata masih mengemas 1 gol. "Tapi dari itu semua saya melihat hal positif dari sejumlah peluang yang belum bisa jadi gol, yaitu menciptakan peluang. Ini jadi modal awal untuk memperbaiki finishing mereka," kata Suharto usai memimpin latihan kemarin sore.
Disinggung soal perkembangan sepak bola, Suharto AD tak mau bicara banyak. Dia hanya berharap kisruh antara PSSI dan Menpora selesai. "Banyak orang yang penghasilan dari profesi disini (sepakbola, red). Lebih baik semuanya bersatu. Jangan sampai banyak yang kehilangan mata pencaharian," pungkasnya.