Menang 6 gol tanpa balas dari PSAS Aek Kanopan dalam tadi sore, belum bisa menjadi jaminan mutlak bagi
PSMS siap bersaing di putaran kedua.
Level lawan yang lebih rendah tentunya menjadi alasan.
Dari awal kedatangan ke AeK Kanopan, Suharto memang telah menjadikannya sebagai simulasi. Sebuah ujian awal, bagaimana menjalani perjalanan darat lalu bertanding.
Namun dari sisi teknis, Suharto melihat telah terjadi peningkatan. Determinasi pemain muda tadi sore mulai terbukti. Latihan simulasi koordinasi antara gelandang dengan striker tunggal mulai diaplikasikan.
"Secara permainan, Saya melihat ada peningkatan pasca melawan PS Kinantan lalu. Dominasi pemain muda membuat permainan lebih cepat. Ini menjadi catatan buat Saya," ujar Suharto pelatih
PSMS usai pertandingan.
Di babak pertama Suharto menurunkan Zulham Saputra, Hardiantono, Andi Safrizal, Susanto, Novianto, Alamsyah Nasution, Aidun Sastra Utama, Richo Simanjuntak, Ade Chandra Kirana, Safrial Irfandi dan Tambun Naibaho.
Gol
PSMS dicetak oleh Tambun Naibaho (3 gol), Richo Simanjuntak, Safrial Irfandi dan Saifun Ramadhan. (
Bolahita)