BOLAHITA, MEDAN - Berkaca dari uji coba yang dengan Universitas Panca Budi (UNPAB), pelatih tim sepak bola
Sumut untuk PON Papua, Suharto AD menyorot tingkat kebugaran pemainnya.
Dalam laga uji coba tersebut, tim PON
Sumut menang dengan skor 2-1 dalam agenda ujicoba yang berlangsung di Stadion Mini Kebun Bunga
Medan, Selasa (22/6/2021) sore.
Bahkan
Sumut tertinggal 0-1 di babak pertama lewat kaki pemain UNPAB, Muhammad Aldi di menit 12. Anak PON
Sumut berhasil bangkit di babak kedua dan membalikkan keunggulan lewat sundulan pemain andalannya Faisal Ramadhoni di menit 60 dan Fardhan Harahap di menit 80.
Gol Fardhan ini pun menjadi penutup kemenangan bagi tim PON
Sumut atas lawannya yang notabene pernah menjadi juara Liga Mahasiswa
Sumut pada 2018 lalu itu.
Tim PON
Sumut sendiri tampak menurunkan pemain pelapis di babak pertama dan menurunkan hampir seluruh pemain intinya di babak kedua.
Hal itu pun dibenarkan pelatih kepala PON Sumut, Suharto AD. Sebagai persiapan menatap kompetisi sesungguhnya, Suharto ingin melihat Progress perkembangan anak asuhnya.
"Kita mau lihat pemain pelapis bagaimana mereka bisa mengikuti organisasi tim ini, terutama karakter tim, supaya cepat menyesuaikan," sebutnya.
Suharto menilai jika sejauh ini kebugaran anak asuhnya masih di angka rata-rata 50 persen dan akan menjadi catatan khusus untuk terus meningkatkan kembali stamina pemainnya.
"Jadi kita melihat kebugaran mereka masih 50 persen dan ini yang akan ditingkatkan lagi lewat agenda latihan dan ujicoba. Rencananya, Jumat nanti kita kembali ujicoba dengan tim Liga 3 Karo United," ujar pelatih berkepala plontos ini.
Sementara itu, menyahuti kekalahan timnya, manager UNPAB, Ngadi Hendrawadi Harits tetap mengapresiasi perjuangan pemainnya.
Menurutnya di babak pertama, pemainnya berhasil menguasai jalannya pertandingan. Namun memasuki babak kedua, PON
Sumut yang memasukan semua pemain intinya terlihat lebih agresif dan berhasil membalikkan posisi.
"Babak pertama kita berhasil fullpress. Eh babak kedua mereka kan baru semua timnya. Kita kan gak. Kita bermain berapa orang kita ganti. Jadi main baru sama main 45 menit kan rasa beda. Tapi tetap kita apresiasi perjuangan anak-anak," sebutnya.
UNPAB sebagai tim yang masih berbentuk formalitas, bilang Harits sejauh ini hanya fokus mengikuti sejumlah turnamen yang berjalan di Kota
Medan.
"Kita kan masih formalitas belum masuk ke Liga PSSI. Tanggal 2 Juli nanti rencananya juga kita akan ikut turnamen di Klumpang," tutupnya.