Sumut : Sinar Yang Mulai Meredup
Sumut : Sinar Yang Mulai Meredup
Hampir dari keempat klub tersebut menggunakan mayoritas pemain putra daerah Sumatera Utara. Ini membuat para pemain dari daerah pun memiliki semangat berlatih dan ikut seleksi ke klub-klub tersebut. Positifnya, kehadiran empat tim ini mampu menampung para pesepak bola lokal yang bercita-cita bermain di level liga Indonesia. Misalnya saja, PS Kwarta dan Bintang Jaya Asahan yang murni menggunakan jasa pemain asal Kota Medan sekitarnya. Begitu juga dengan PSMS Medan dan Pro Duta, mencampur materi pemainnya dari daerah lain.
Namun tensi sepak bola yang mulai membaik ini tak mampu bertahan. Hasil menyedihkan di musim 2014, PS Kwarta justru terdegradasi. Tim berjuluk Burung Sumatra ini tak mampu bertahan di level Divisi utama. Alhasil di musim selanjutnya, hanya menyisahkan tiga klub saja. PSMS Medan, Pro Duta dan Bintang Jaya Asahan. "Kemarin itu dengan adanya empat kontestan di Divisi Utama, Saya pikir akan sangat baik sekali bagi masa depan sepak bola kita. Pemain-pemain kita akan semakin termotivasi latihan, karena mereka punya banyak tujuan disini (Sumut, red). Tapi apakah hal ini terus bertahan, kita lihat saja nanti," kata Amrustian, mantan pemain PSMS Medan di era perserikatan di waktu itu.
Bulan September, 2015 dua tahun lalu sebenarnya pamor sepak bola Sumatera Utara sempat meninggi kembali. Optimisme Ayam Kinantan akan berkokok di sepak bola nasional dihembuskan. Hal ini bisa dilihat dari maraknya para pecinta PSMS di berbagai daerah Sumatera Utara yang menggelar nonton bareng (nobar, red) final Piala Kemerdekaan.
Tak ketinggalan di Kabupaten Dairi, Sidikalang. Dan sejak gelar juara itu, semangat juara Piala Kemerdekaan digelorakan. Bahkan salah satu klub asal desa Lae Hole, Bintang Remaja FC mengundang skuat juara Piala Kemerdekaan bermain di Stadion, Sidikalang. Hingga akhirnya juara di turnamen sepak bola Piala Kemerdekaan tahun 2015. Di final Legimin Rahardjo dkk mengalahkan Persinga Ngawi dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Kondisi sepak bola Sumut yang mulai menaik tak mampu dipertahankan. Semangat juara Piala Kemerdekaan di tahun 2015 tak berlanjut di tahun 2016. Keiikutsertaan PSMS Medan dalam Indonesia Soccer Championship (ISC) B hanya sampai fase grup. Mereka tak mampu menembus babak final gelaran turnamen tersebut. Begitu juga dengan klub Bintang Jaya Asahan yang justru nongkrong di posisi juru kunci. Sedangkan Pro Duta FC memilih tak ikut serta di gelaran tersebut. Lantas, bagaimana kans sepakbola Sumut di tahun 2017?
Kerinduan kemajuan sepak bola Sumut di tahun 2017 ini ibarat pungguk merindukan bulan. Kenapa di awal kepemimpinan ketum PSSI asal Kota Medan, Edy Rahmayadi, kabar mengecewakan berhembus di sepakbola Sumut. Teranyar adalah dengan dijualnya Bintang Jaya dan bakal pindah homebasenya Pro Duta FC dari Medan. Alhasil, kini Sumut hanya menyisahkan PSMS Medan yang bertanding di Divisi Utama (Liga 2, red) tahun 2007. "Kita tidak tau juga apa yang menjadi alasan tim itu dijual dan pindah homebase. Alasannya pasti pengurus klub itu yang lebih faham. Ya sudah pasti ketiadaan mereka berdua (Bintang Jaya dan Pro Duta FC, red) di Medan sangat berimbas. PSMS tak mungkin mampu menampung seluruh pemain Medan sekitarnya. Pemain kita kembali memasuki fase sepak bola yang sulit," bilang Amrustian soal kepindahan dan terjualnya klub asal Sumut ini.
Kabar dijualnya Bintang Jaya ini memang sulit untuk dikonfirmasi. Nomor telepon selular ketua umum Erwis Fauzan Lubis tak dapat dihubungi. Apalagi kondisinya, ketum sedang masa pemulihan, pasca terkena struk ringan. Begitu juga manajer ketika di ISC B lalu, Azwar Mahmud pun tetap mengaku tak mengetahui kepastian kabar tersebut. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda persiapan tim di Stadion Mutiara Kisaran. Homeground sekaligus homebase yang bisa dipakai Bintang Jaya Asahan.
Sama dengan Pro Duta FC yang belum juga terlihat menggelar persiapan di Mes Asam Kumbang, tempat yang selama menjadi homegroundnya. Meski sudah dikonfirmasi, presiden Pro Duta, Sihar Sitorus belum memberikan konfirmasi terkait kabar tersebut. Pundemikian, sumber SURA yang tak mau disebutkan namanya, penjualan Bintang Jaya dan pindah homebasenya Pro Duta FC benar. Adalah Haruna Soemitro, manajer Madura United yang menampung klub yang diperkuat pemain Sumut di PON Jabar saat tampil di ISC B lalu. Informasinya, Bintang Jaya akan ditempatkan di Batam. Kemudian Pro Duta akan pindah homebase ke Cikarang dan menggunakan Stadion Wibawa Mukti. "Sudah pasti berpindah kepemilikan. Bintang Jaya sudah dijual ke Haruna, manajer Madura United," beber sumber tersebut.
Pesepakbola Kehilangan Lapangan Kerja
Banyak yang kecewa dengan dijualnya Bintang Jaya Asahan dan pindahnya Pro Duta FC dari Sumatera Utara. Ini langsung mengubur mimpi dan harapan ribuan pesepak bola putra daerah. Begitu juga dengan klub-klub lokal yang selama ini aktif mengirimkan pemainnya untuk seleksi ke Bintang Jaya Asahan dan Pro Duta FC.
Misalnya saja kepada pemain yang memperkuat Bintang Jaya di ISC B lalu. Saat ini mereka harus telepon sana sini, terbang antar provinsi Indonesia ikut seleksi untuk mendapatkan klub. Hal ini dilakukan kapten Bintang Jaya Asahan, Yusrizal Muzzaki bersama rekan-rekannya. Mereka harus rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli tiket pesawat. "Memang sudah lama kami dengar - dengar juga kalau klub (Bintang Jaya, red) akan dijual. Ada yang bilang sahamnya hanya dijual 60 persen saja. Banyaklah kabar yang beredar. Sangat disayangkanlah, kami kehilangan tempat kami bermain," ujar Yusrizal Muzzaki.
"Dulu pemain seperti Saya dan yang lainnya sangat bersemangat, dimana banyak pilihan untuk mengejar cita-cita menjadi pesepak bola di liga. Banyak pilihan, ada PSMS, Bintang Jaya ataupun Pro Duta. Sekarang sudah berkurang dan tinggal PSMS, sekarang Saya dan kawan-kawan lagi seleksi di persijap Jepara," sesal Yusrizal yang juga memperkuat tim Sumut di PON Jawa Barat lalu.
Perjuangan yang dilakukan Yusrizal dkk tak dialami empat punggawa Bintang Jaya Asahan. Dimas Sumantri, Gusti dan penjaga gawang Ahmad Fauzi sudah dipinang PSMS Medan
What's Your Reaction?