Sumut Kehilangan Pelatih Terbaiknya, Rudi Saari

Sumut Kehilangan Pelatih Terbaiknya, Rudi Saari

Jan 3, 2014 - 07:39
 0
Sumut Kehilangan Pelatih Terbaiknya, Rudi Saari
Jenazah Rudi Saari jelang diberangkatkan ke rumah terakhirnya
Di awal tahun 2014, sepakbola Sumatera Utara berduka. Hari Rabu (1/1) sekitar pukul 22.00 WIB di rumahnya, Rudi Harianto Saari meninggal di usianya ke-49 tahun. Eks pelatih PSMS Medan, PSSB Bireuen, PSAP Sigli dan tim PON Sumut lalu ini terkena kanker paru-paru.

Ungkapan turut berduka cita atas langsung disampaikan Ketua Umum PSSI, Johar Arifin di rumah duka, Kamis (2/2). "Kita semua sangat kehilangan tokoh muda pelatih sepakbola. Beliau pelatih yang punya dedikasi tinggi dan termasuk pelatih tim sepakbola PON Sumut yang berhasil," kata Johar Arifin Husein saat memberikan kata sambutan sebelum melepas jenazah.

"Dia masih muda, potensian tapi dipanggil Tuhan. Kita harapkan ada penggantinya yang ramah, santun dekat dengan Allah. Atas nama pengurus PSSI, kami turut berduka cita," sambungnya. Secara pribadi Johar kenal dengan Rudi Saari sejak bermain bola. Ketika itu ketum PSSI ini menjadi wasit dan Rudi bermain di klub anggota PSMS, Sahata.

"Saya kenal sama dia (Rudi Saari, red) ketika dia pemain dan saya wasit. Dia tipe pemain yang tidak pernah membantah wasit. Dan Rudi juga keturunan pemain bola, ayahnya pemain inti psms dan nasional, Saari," bilang Johar.

Ungkapan kesedihan atas meninggalnya Rudi Saari mengalir dari rekan-rekan di Harimau Tapanuli lalu. "Masih belum percaya Rudi sudah pergi. Dia orangnya keras dan disiplin dalam melatih. Saya kenal lama, dari main sampai akhirnya sering melatih bersama. Bukan hanya keluarga yang kehilangan beliau, tapi sepakbola Sumut," pungkas Mardianto yang merupakan kiper Hartap

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow