Pembagian dan Sistem Liga Nusantara Diprotes
Pembagian dan Sistem Liga Nusantara Diprotes
"Kami rasa pembagian wilayah yang diputuskan Asprov tanpa diskusi yang matang. Misalnya kami tim-tim dari Dairi harus menempuh perjalanan 12 jam ke Paluta. Ini sudah mengalahkan Liga Super Indonesia," ujar Eben Siregar pelatih Victori Dairi usai teknikal meeting.
"Kemudian, apa mereka tidak memikirkan faktor financial. Untuk akomodasi saja , klub sudah kesulitan. Apa pemain juga tidak diberikan uang tanding?," sambungnya.
Makanya pembagian grup dan sistem kompetisi yang diputuskan Asprov ini tak masuk akal. Eben Siregar menilai bahwa akan ada klub yang nantinya berhenti ditengah jalan, karena tak punya dana memberangkatkan tim.
"Kami bisa saja bertahan di dua game awal, karena menjadi tuan rumah. Tapi kalau sudah away, bagaimana kami memikirkan keuangan. Lebih baik kami membina pemain saja," pungkas Eben.
What's Your Reaction?