Pretty Sumbang Emas Terakhir Sumut Kejurnas Atletik

Pretty Sumbang Emas Terakhir Sumut Kejurnas Atletik

Aug 9, 2019 - 09:06
 0
Pretty Sumbang Emas Terakhir Sumut Kejurnas Atletik
Ini merupakan medali emas kedua bagi atlet asal Sibolga ini, yang sebelumnya juga sumbang emas di nomor lari 5000 me­ter senior pu­tri
MEDAN - Pelari putri Sumatera Utara Pretty Sihite persembahkan medali emas terakhir bagi kontingen Sumut pada kejurnas atletik Usia 18 tahun (U18), U 20, dan senior, yang berakhir di Stadion Pakansari, Cibinong Bogor, Rabu (7/8) sore.

Berlomba di final nomor lari 3.000 meter steeplechase putri, atlet kelahiran 21 Desember 1996 ini sukses menyentuh garis finish tercepat dengan waktu 10:54:44. Sementara medali perak milik atlet Nusa Tenggara Timur Apriana Paijo dengan catatan waktu 11:16:14 serta perunggu direbut Dian Ekayanti asal Nusa Tenggara Barat dengan catatan waktu 11:27:75.

Ini merupakan medali emas kedua bagi atlet asal Sibolga ini, yang sebelumnya juga sumbang emas di nomor lari 5000 me­ter senior pu­tri.
 
Sebelumnya enam medali emas dipersembahkan melalui, Juan Arya Pratama di nomor lari 10.000 meter putra Usia 20, Agustina Manik di nomor lari 800 meter senior putri dan lari 1.500 meter senior putri.

Kemudian Pretty Si­hite dari nomor lari menengah 5000 me­ter senior pu­tri, Abdul Hafiz melalui lempar lembing senior putra dan Rustika Siba­gariang di nomor lempar lembing putri U 20.
 
Sukses menyabet dua emas di kejurnas kali ini, patut disyukuri Pretty. Hasil ini merupakan buah kerja keras latihan yang ia jalani selama ini. Pretty akan terus memperbaiki catatan waktunya, demi prestasi lebih baik di kejuaraan selanjutnya.

“Tetap merasa senang, karena perjuangan selama ini tidak sia-sia. Dengan hasil yang bagus dapat medali emas buat Sumut. Tentu bersyukur kita masih bisa umbangkan medali buat Sumut. Ke depannya bisa lebih baik lagi,” ucap Pretty dihubungi melalui seluler.

Meski sukses menyabet emas kedua dikejurnas tahun ini. Namun catatan waktunya tidak mampu mencapai limit waktu SEA Games yakni 10:50:87.

Pundemikian Pretty mengaku telah memberikan penampilan maksimal. “Ini sudah berbuat yang terbaik. Tadinya target tuh 10:50:87 untuk loloskan limit pelatnas. Tapi, tadi dapat 10:54:44. Jadi limit pelatnas untuk SEA Games belum dapat. Kalau limit PON sudah lolos,” katanya.

Gagal melampaui rekor limit SEA Games, diakui Pretty sempat terjadi kesalahan jelang garis finish. Dirinya mengalami kelelahan pada putaran ke tujuh, sehingga sedikit memecahkan kosentrasi. Begitupun Pretty mengaku hasil ini lebih baik ketimbang penampilannya di nomor 5.000 meter putri.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, karena dari awal itu memang putaran pertama hingga kelima bagus. Tapi putaran keenam sampai ke tujuh gak dapat pish nya, karena sudah telat dua detik. Terus jelang finish karena kecapean, agak ngerem di gawangnya itu. Ya, harusnya waktu saya bisa lebih baik lagi. Aku pun tadi berlari mengejar limit tadi sendiri gak ada lawan sparing, tapi sudah maksimal dibandingkan yang kemarin,” terangnya.

Ke depan untuk memperbaiki catatan waktunya, dirinya akan mengikuti berbagai kejuaraan seperti Laskar Pelangi Cup di Bangka Belitung dan Porwil Sumatera 2019 di Bengkulu pada November. Pretty juga berharap, capaian apik ini membuka peluang dirinya masuk dalam tim pelatnas yang dipersiapkan menuju SEA Games 2019 di Filipina.

“Kalau dipanggil pelatnas, rasanya tuh senang bisa bergabung di sana (pelatnas). Karena sejak dulu ingin bergabung di pelatnas. Supaya bisa fokus lagi, untuk mengibarkan bendera merah putih di negara lain,” ujar Pretty.

Dengan tambahan satu emas di hari terakhir, total Sumut mengoleksi 7 emas, 4 perak, 1 perunggu. Hasil ini sekaligus menempatkan Sumut berada di peringkat enam klasemen akhir perolehan medali. Selain mampu menorehkan prestasi terbaik, Pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumut juga telah meloloskan sembilan atletnya menuju PON 2020 di Papua.

Tampil sebagai juara umum kejurnas Jawa Timur dengan mengumpulkan total 25 emas, 20 perak, 19 perunggu. Jawa Barat merebut posisi Runner up dengan 16 emas, 12 perak, 13 perunggu dan DKI Jakarta peringkat tiga dengan 14 emas, 7 perak, 12 perunggu. Kemudian Jawa Tengah di peringkat empat dengan 10 emas, 20 perak, 10 perunggu. Posisi kelima Nusa Tenggara Timur dengan 8 emas, 5 perak, 2 perunggu.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow