BOLAHITA, MEDAN - Suporter
PSMS Medan yang datang langsung mendukung tim kebanggaannya dalam babak 8 Besar Liga 2 2019 saat kalah 1-2 dari Persita Tangerang terlihat tidak terima dengan hasil tersebut.
PSMS Medan secara mengejutkan takluk dan harus mengakui kehebatan Persita Tanggerang di laga pamungkas Grup B babak perempat final di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019) sore.
Setelah laga usai dan saat skuat
PSMS hendak meninggalkan stadion, bus yang di tumpangi
PSMS mendapat hadangan dari para dari puluhan suporter.
Dibalik pagar stadion, mereka melontarkan kata-kata kasar kepada skuat berjuluk Ayam Kinantan itu. Hal ini tak lain karena buntut kekecewaan mereka tim kebanggaan mereka tersingkir dan gagal ke semifinal.
Setelah sempat tertahan di dalam stadion sekitar 30 menit, bus
PSMS akhirnya meninggalkan stadion dengan mendapat pengawalan ketat polisi. Sebab para suporter terus berupaya mencegat bus.
"Woi, kami jauh-jauh ke sini. Kenapa begini? Dasar mafia bola. Kami kecewa, kami di sini datang untuk mendukung. Kenapa kalah. Jelaskan?," teriak salah seorang suporter sembari mencoba mencegat bus PSMS.
Dengan hasil ini membuat
PSMS harus finis di peringkat 3 Grup B dengan poin 4, hasil sekali menang, sekali seri dan sekali kalah. Sedangkan Persita keluar sebagai juara grup dengan poin 6, hasil dua kali menang dan sekali kalah.
Soal kekecewaan penonton dan suporter
PSMS yang hadir di stadion, Jafri enggan banyak komentar. "Itu hak penonton, tanya saja sama penonton," tandasnya.
Sementara itu, bek
PSMS Syaiful Ramadhan yang mendampingi Jafri dalam konferensi pers tersebut mengaku kecewa dengan hasil ini. "Sungguh kami kecewa apalagi terjadi gol pada menit terakhir, alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan saja," tegasnya.
Dengan kekalahan ini pupus sudah harapan skuad
PSMS untuk berlaga di Liga 1 musim depan 2020. Sekaligus memastikan
PSMS tetap berlaga di Liga 2 musim depan.
Tim besutan Jafri Sastra ini sejatinya hanya butuh seri untuk memastikan langsung ke semifinal Liga 2 demi tiket ke kasta tertinggi. Namun, yang terjadi di lapangan tak sesuai harapan.