Tanpa Prasarana, Ikasi Minim Prestasi

Tanpa Prasarana, Ikasi Minim Prestasi

Nov 11, 2013 - 11:21
 0
Tanpa Prasarana, Ikasi Minim Prestasi
Brilian Muktar pelantikan IKASI Sumut 
KETUA Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Sumatera Utara (Sumut), Brilian Moktar mengakui prestasi yang ditorehkan atlet anggar Sumut belum sepesat atlet anggar provinsi lain.

Buruknya prestasi tersebut tidak terlepas minimnya sarana dan prasarana berlatih yang dimiliki. Di tambah minimnya anggaran yang dikucurkan pemerintah daerah untuk pembinaan atlet.

"Cabang anggar mungkin di Jakarta hebat, demikian juga daerah lainnya mungkin juga tidak kalah hebatnya, karena memang didukung sarana yang memadai. Namun di Sumut, berbeda. Kita disuruh berprestasi tapi sarana olahraganya tidak ada, kita disuruh perang tapi anggarannya sangat terbatas," kata Brilian Moktar usai pelantikan IKASI Sumut periode 2013-2017, Minggu (10/11).

Keterbatasan tersebut tak membuat pengurus IKASI Sumut, pelatih dan para atlet patah semangat. Mereka harus menjadikannya sebagai tantangan untuk menunjukkan prestasi dan mampu bersaing dengan daerah lainnya.

Apalagi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 tahun 2016 di Jawa Barat tidak lama lagi. Tentunya persiapan harus segera di mulai demi mengukir prestasi lebih baik dari perhelatan PON sebelumnya.

Pada PON sebelumnya di Riau tahun 2012, atlet anggar Sumut mampu mengakhiri paceklik medali dengan keberhasilan membawa pulang satu medali perunggu dari nomor beregu putri.

"Saya meminta agar para atlet untuk bersungguh-sungguh dalam berlatih. Kita harus tunjukkan bahwa dengan keterbatasan yang ada, kita masih mampu mengukir prestasi. Tidak lupa kami juga ucapkan terimakasih kepada PB IKASI yang telah memberikan kesempatan kepada atlet Sumut untuk berlatih di luar negeri," katanya.

Sementara Ketua KONI Sumut Gus Irawan mengatakan berdasarkan catatan yang dimiliki, prestasi olahraga anggar daerah itu masih cukup minim bila dibandingkan dengan cabang olahraga lainnya.

Pada PON tahun 1957, Sumut berhasil meraih tiga medali perunggu, setelah itu Sumut puasa medali. Pestasi baru dapat kembali pada PON tahun 1985 dengan satu perak dan tahun 2012 dengan satu perunggu.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow