Tenis Sumut Kesulitan Bersaing Dengan Atlet Pulau Jawa

Tenis Sumut Kesulitan Bersaing Dengan Atlet Pulau Jawa

Feb 26, 2016 - 21:43
 0
Tenis Sumut Kesulitan Bersaing Dengan Atlet Pulau Jawa
Tenis Meja Sumut
MEDAN, BOLAHITA - Cabang Olahraga tenis meja Sumatera Utara (Sumut) berhasil meloloskan delapan atletnya di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/ 2016, Jawa Barat. Masing-masing terdiri dari empat putra dan empat putri. 
 
Saat ini tim pelatih fokus pada penambahan porsi latihan fisik dan teknik pemain selama Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) berjalan hingga April nanti. Sebelumnya, tim pelatih telah menyusun program try out bagi pemain digelar ke Jakarta pada Juni mendatang.  
 
Pelatih tenis meja Sumut, M. Said mengatakan, pada PON tahun ini, Sumut akan bermain di semua nomor. Meski secara matematis peluang untuk meraih medali cukup besar, namun ia belum berani menargetkan medali sedini mungkin. Ia berujar, jika persiapan tim sendiri sekarang ini jauh lebih penting ketimbang membaca kekuatan tim lawan.
 
“Untuk target emas belum berani muuk-muluk ya. Paling tidak kita bisa mengimbangi kekuatan dari pulau Jawa itu sudah luar biasa. Tapi untuk  menang atas petenis dari Pulau Jawa sangat sulit. Tapi kita tetap berusaha agar bisa meraih medali,” ujarnya saat ditemui di Gedung Olahraga Angsapura, Jalan Logam, Medan, Jumat (26/2).
 
Selain itu, alasan dirinya tidak berani terlalu dini untuk target medali, mengingat dominasi kontingen dari Jawa di cabor ping pong ini di setiap kejuaraan nasional, apalagi PON cukup besar. Secara spesifik, kontingen seperti Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta tentu telah persiapkan atletnya jauh-jauh hari. Terlebih, mereka sudah memiliki jam terbang yang tinggi daripada atlet Sumut. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi di Sumut.
 
Namun, dari segi teknik bermain dan strategi, ia menilai pemain Sumut tidak kalah dengan atlet asal Jawa. Bahkan, menurut pelatih yang hobi memakai topi ini, selain faktor pengalaman, mental bertanding turut andil menjadi penentu keberhasilan atlet bisa kalahkan lawan. “ Walau sekelas apapun atlet itu, kalau mental bertanding mereka tidak kuat, otomatis pasti penampilannya down. Saya nilai, di setiap kejuaraan yang diikuti selama ini mental mereka tetap stabil. Kami berharap mental anak-anak tetap besar di PON nanti. Karena tekanan dari suporter tuan rumah pasti tensinya tinggi,” tambahnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow