Renovasi Stadion Teladan belum juga selesai. Padahal
PSMS Medan dengan ribuan suporternya berharap dapat segera bermain di stadion kebanggaannya.
Namun apa daya, dua bahagian yang mendapatkan proses perbaikan tak berjalan dengan baik. Hanya bagian tribun tertutup dan lapangan yang sudah masuk dalam kategori selesai. Sedangkan tribun timur yang mau ditambah tribunnya tak siap-siap. Justru sampai hari ini para pekerja sudah tak terlihat lagi.
Alhasil ini semakin memastikan jika tahun ini bakal dilewatkan tim Ayam Kinantan dan pendukungnya. Kenapa bisa berhenti? Terdengar kabar telah terjadi permainan dalam anggaran proyek renovasi itu. Diperoleh informasi bahwa dana telah habis terpakai, tapi tribun belum sesuai dengan rencana.
Nama Ahmad Mahadi mencuat sebagai salah satu sosok yang bertanggungjawab. Tak mau disalahkan begitu saja, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim)
Medan inipun menyebut beberapa nama yang terlibat.
Mahadi juga menyebut nama Mahardi Sibarani sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atas proyek stadion kebanggan warga Kota
Medan itu. “Tanya saja dia (Mahardi Sibarani-red), Saya tidak bisa berkomentar,” jelasnya. Sayangnya Mahardi Sibarani sulit ditemui di Kantor Dinas Perkim Jalan AH Nasution.
Ahmad Mahadi memang mengaku tidak bertanggungjawab atas renovasi Stadion Teladan senilai Rp14.970.740.000 dari anggaran APBD Kota
Medan tahun 2012 tersebut.
Ahmad Mahadi mengaku hanya membantu Komite Olahraga nasional Indonesia (KONI) Kota
Medan menyediakan panitia tender.
“Renovasi Stadion Teladan adalah Proyek Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andy Mallarangeng yang diserahkan kepada KONI
Medan,” jelasnya. (
Bolahita)