Workshop Tata Kelola Organisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan KONI Sumut
Workshop Tata Kelola Organisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan KONI Sumut
BOLAHITA, MEDAN - Plt Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian menegaskan, prestasi olahraga tidak murah jadi harus didukung dengan anggaran besar untuk mencapainya.
Baharuddin Siagian mengatakan demikian dalam arahannya ketika mewakili Gubsu Edy Rahmayadi membuka “Workshop Tata Kelola Organisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan KONI Sumut†di Grand Mercure, Medan, Minggu (13/12/2020).
“Prestasi Olahraga tidak murah, jadi anggarannya harus besar. Terutama untuk pembinaan secara langsung, apalagi jika menggunakan sport science,†kata Baharuddin Siagian yang kini menjabat Kadis Naker Provsu.
“Gubsu dan Wagubsu sangat memahami itu. Atas alasan itu pula kita akan membangun Stadion Madya Atletik, anggarannya sudah masuk tahun 2021 mendatang,†ucap Baharuddin Siagian.
Baharuddin Siagian menceritakan pengalaman panjangnya terkait anggaran olahraga sejak tahun 2012 silam, baik sebagai Kadisporasu maupun Kepala Biro Keuangan Provsu.
“Kalau organisasinya baik, tata kelola keuangannya juga pasti baik. Organisasi apapun namanya, tentu ada anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan peraturan organisasinya,†beber Bahar panggilan Baharuddin Siagian.
Sebelumnya Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan, tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan selama ini masih menjadi kendala KONI, terutama di kabupaten/kota.
“Biasanya masalah terkait kelengkapan administrasi dan kuitansi pembayaran. Satu cabang olahraga saja yang tidak lengkap, maka oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) di akumulasi jadi kena semuanya,†jelas John Lubis.
“Tata kelola organisasi juga masih bermasalah, padahal kita akan menjadi tuan rumah PON tahun 2024 mendatang. Pelaksana Teknis PON nantinya Pengprov Cabor, sehingga kegiatan ini kami anggap sangat penting dan bermanfaat,†tambahnya.
Menurut John Lubis, selama ini program mengikuti anggaran, padahal mestinya anggaran yang mengikuti program. “Jadi perlu ada standarisasi. Apalagi di Sumatera Utara, masih ada KONI Kabupaten/Kota yang tidak dapat anggaran olahraga dari pemerintah daerahnya,†ungkapnya.
Sedangkan Ketua Penyelenggara yang juga Wakil Ketua II KONI Sumut H Sakiruddin dalam laporannya mengatakan, workshop diikuti seluruh KONI Kabupaten/Kota serta 52 Pengprov Cabor dan Badan Fungsional yang menjadi anggota KONI Sumut.
Turut hadir Sekum KONI Sumut Chairul Azmi, Wakil Sekretaris Yanto Pasaribu, Bendahara Agung Santoso, Wakil Bendahara TP Sihombing dan para pengurus lainnya.
What's Your Reaction?