Atlet PON Sumut Protes Pemotongan Bonus, Pencairan Masih Dinanti

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, memastikan bonus akan cair pekan ini dan meminta para atlet mengecek rekening mereka. Namun, beredar kabar bahwa bonus yang diterima atlet tidak akan utuh karena pajak harus ditanggung oleh mereka sendiri.

Mar 20, 2025 - 22:43
Mar 20, 2025 - 22:44
 0
Atlet PON Sumut Protes Pemotongan Bonus, Pencairan Masih Dinanti

BOLAHITA - Lima bulan setelah berakhirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, Sumatra Utara berhasil mencapai target masuk empat besar klasemen umum. Namun, polemik muncul terkait pencairan bonus bagi para atlet peraih medali.

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, memastikan bonus akan cair pekan ini dan meminta para atlet mengecek rekening mereka. Namun, beredar kabar bahwa bonus yang diterima atlet tidak akan utuh karena pajak harus ditanggung oleh mereka sendiri.

Atlet lempar Sumut, Hardodi Sihombing, mengungkapkan bahwa hingga kini ia belum menerima bonusnya dan menyoroti rencana pemotongan pajak tersebut.

"Jika pajak dibebankan kepada atlet, potongannya akan sangat besar. Janji pemerintah terasa jauh berbeda. Misalnya bonus Rp250 juta, setelah dipotong pajak hanya tersisa Rp218 juta," ujarnya.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Dodi membandingkan kondisi ini dengan PON sebelumnya, di mana pajak biasanya ditanggung oleh KONI. Ia berharap pemerintah mempertimbangkan ulang kebijakan pemotongan ini.

Kabarnya, atlet peraih emas akan mendapatkan Rp250 juta, peraih perak Rp125 juta, dan peraih perunggu Rp75 juta. Namun, setelah dipotong pajak, peraih emas hanya menerima Rp218,5 juta, perak Rp112,25 juta, dan perunggu Rp69 juta. Sementara itu, pelatih disebut-sebut mengalami pemotongan hingga hampir 50 persen.

Pada PON Papua sebelumnya, bonus diterima atlet secara utuh tanpa potongan pajak. Hal ini memicu protes dari para atlet yang ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk di akun Instagram @sumutjuara.

Salah satu atlet biliar Sumut, Jaka Kurniawan Ginting, juga menyampaikan kekecewaannya.

"Katanya bonus kali ini lebih besar dari PON sebelumnya, tapi kenapa angka yang kami terima malah lebih kecil? Ke mana kami harus mengadu?" tulis Jaka di Instagram.

Bahkan, sejumlah atlet dan pelatih berencana mendatangi KONI Sumut pada Jumat (21/3/2025) pagi untuk meminta penjelasan mengenai besaran bonus yang diterima.

Atlet boling Sumut, Aldila Indryati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada satu rupiah pun yang masuk ke rekeningnya, meskipun Gubernur Sumut telah menandatangani pencairan dana tersebut.

"Kami belum menerima bonus sama sekali. Informasi yang saya dapat, pencairannya diundur hingga pekan depan. Semua atlet sudah kecewa," ujar Aldila, yang meraih tiga emas dan dua perunggu di PON 2024.

Ia juga menambahkan bahwa janji pencairan sudah berulang kali diundur, membuat para atlet merasa hak mereka terus ditunda.

Sementara itu, Gubernur Bobby Nasution menyatakan bahwa pencairan sudah diproses dan meminta atlet segera mengecek rekening masing-masing.

"Saya sudah tanda tangan pencairannya, sudah dikirimkan. Silakan dicek. Semua sudah diproses," ujar Bobby saat meninjau renovasi Stadion Teladan, Medan, Rabu (19/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa seremonial penyerahan bonus bukan prioritas utama.

"Kami fokuskan pencairan dulu, seremonialnya nanti. Jangan sampai acara formal diadakan lebih dulu, tapi bonusnya belum dibagikan," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow