Beberapa Hal Penting dari Sarasehan PSSI dan Asprov
Thohir menjelaskan bahwa PSSI memiliki rencana strategis yang tertuang dalam Visi PSSI 2045. Ada 4 fase menuju itu, yaitu pemulihan (tahun 2023), pengembangan (tahun 2024-2028), performa (2028-2034), keemasan (2034-2045).
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Setelah sukses mengadakan sarasehan dengan pemilik klub Liga 1 dan Liga 2, hari ini Asosiasi Provinsi (Asprov) juga melakukan hal yang sama. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan bahwa sarasehan itu bertujuan untuk mendengar permasalahan sepak bola yang ada di provinsi.
Thohir menjelaskan bahwa PSSI memiliki rencana strategis yang tertuang dalam Visi PSSI 2045. Ada 4 fase menuju itu, yaitu pemulihan (tahun 2023), pengembangan (tahun 2024-2028), performa (2028-2034), keemasan (2034-2045).
Salah satu program yang dibahas dengan Asprov adalah pembinaan usia dini yang dimulai dari usia 9 tahun, karena target persiapan event-event di tahun 2034 harus dari usia itu.
PSSI juga berencana untuk mengadakan kompetisi usia muda, grassroot putra dan putri, Elite Pro Academy Liga 1 dan 2, dan pembinaan wasit.
Selain itu, FIFA memberikan 21 program wajib untuk PSSI, termasuk kompetisi putra dan putri, timnas putra dan putri yang aktif, kompetisi usia muda putra dan putri, serta IT registration dan competition management system yang aktif dan update.
PSSI juga mempunyai beberapa program untuk mempromosikan dan mengembangkan perwasitan, membuat inisiatif lainnya, program safeguarding, mengintegrasikan prinsip antidiskriminasi, membuka budaya kepatuhan, melawan segala bentuk manipulasi pertandingan, melawan segala bentuk doping, dan mengurangi aktivitas perusakan lingkungan.
Untuk Asprov, PSSI menawarkan 11 program, antara lain Liga 3 Provinsi, kompetisi usia muda Soeratin U17 dan U-14, grassroot putra dan putri (U-9, U-10, U-11, U-12), kompetisi usia muda putri (Pertiwi U-14), Piala Pertiwi (Amatir Putri Senior), melakukan update registrasi (pemain, pelatih, wasit dalam sistem PSSI), kursus kepelatihan minimum 2 kategori (PSSI D dan AFC/PSSI C), kursus wasit minimum 2 kategori (PSSI C3 dan C2), organisasi yang aktif, sistem organisasi yang terukur (badan yudisial, komite audit, dan kepatuhan), perapihan administrasi keanggotaan PSSI.
Thohir menambahkan bahwa semua program ini didiskusikan dengan Asprov, dan ada banyak masukan dari mereka. PSSI dan Asprov akan mencari solusi bersama-sama untuk meningkatkan kualitas sepak bola di provinsi.
What's Your Reaction?