Erick Thohir Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Pelatih Sepak Bola Nasional yang Profesional

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menegaskan komitmen federasi dalam membangun ekosistem pelatih sepak bola nasional yang profesional, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai integritas.

Jul 19, 2025 - 10:20
Jul 19, 2025 - 10:23
 0
Erick Thohir Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Pelatih Sepak Bola Nasional yang Profesional

BOLAHITA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menegaskan komitmen federasi dalam membangun ekosistem pelatih sepak bola nasional yang profesional, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai integritas.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam ajang National Coach Conference 2025 yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat (18/7/2025). Acara kolaborasi antara PSSI dan Kemenpora ini diikuti oleh 300 pelatih dari berbagai penjuru Tanah Air, dengan tujuan memperkuat fondasi kepelatihan dalam pembinaan sepak bola berkelanjutan di Indonesia.

“Sepak bola Indonesia telah mengalami banyak terobosan dalam dua tahun terakhir. Prestasi nasional meningkat, pelatihan untuk timnas putra dan putri berjalan baik, dan program pengembangan akar rumput terus berkembang,” ujar Erick.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Sebagai bagian dari transformasi menyeluruh, PSSI juga telah resmi merevisi statuta federasi dengan menekankan pentingnya pembinaan dari akar rumput. Erick menekankan bahwa pemain sepak bola seharusnya lahir dari sistem yang kuat di tingkat daerah, bukan hanya dari segelintir klub elit di kota besar.

Salah satu bentuk implementasinya adalah peluncuran Liga 4, yang dirancang sebagai kompetisi berbasis kota dan kabupaten. Juara dari kompetisi tersebut akan melaju ke level provinsi dalam format Liga 3, dan selanjutnya ke tingkat nasional menuju Liga Profesional.


Dengan potensi lebih dari 12 ribu klub yang tersebar di 514 kabupaten/kota—jika tiap daerah memiliki rata-rata 25 klub—maka kebutuhan pelatih juga meningkat tajam. Saat ini, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 36 ribu pelatih. Namun, jumlah pelatih aktif saat ini baru mencapai 15 ribu—masih jauh dibandingkan negara maju seperti Jepang.

“Profesi pelatih sangat dibutuhkan dan ekosistemnya sedang kita bangun. Tapi pelatih juga butuh proses. Saya mendorong PSSI dan Asprov untuk membuat terobosan, termasuk mempermudah akses serta menurunkan biaya lisensi. Dukungan dana Rp 500 juta per tahun untuk tiap Asprov adalah bentuk nyata dari komitmen kami,” kata Erick.

Lebih lanjut, Erick juga menyoroti pentingnya integritas dalam proses pembinaan. Ia dengan tegas menolak praktik titipan, baik di posisi pelatih maupun pemain.

“Kita harus bangun ekosistem yang sehat. Jangan ada pelatih atau pemain titipan. PSSI dan Asprov jangan memfasilitasi pelatih titipan, dan pelatih pun jangan menerima pemain karena titipan. Semua harus diberi kesempatan berkembang secara adil,” tegas Erick.

Dengan komitmen dan arah kebijakan ini, PSSI berharap sistem pembinaan sepak bola nasional semakin kuat dan mampu mencetak pemain-pemain berkualitas dari seluruh penjuru negeri.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow