Erick Thohir Tegaskan PSSI Tak Akan Kembali Rekrut Shin Tae-yong: “Kita Harus Move On”
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kembali merekrut Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
BOLAHITA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kembali merekrut Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia meminta seluruh pencinta sepakbola Tanah Air untuk move on dan tidak terus berharap pada juru taktik asal Korea Selatan tersebut.
“Kita kan mesti move on. Kita juga move on dengan Shin Tae-yong,” ujar Erick Thohir saat ditanya soal peluang mendatangkan kembali Shin Tae-yong, dikutip dari kanal YouTube Official iNews, Jumat (24/10/2025).
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Sejak kepergian Shin Tae-yong, banyak pendukung Timnas Indonesia yang menyerukan agar PSSI mempertimbangkannya lagi. Nama pelatih berusia 55 tahun itu bahkan kerap terdengar di stadion setiap kali Timnas menelan kekalahan.
Bukan tanpa alasan, Shin Tae-yong dinilai sukses membangun pondasi kuat bagi sepakbola Indonesia selama lima tahun masa kepemimpinannya (2020–2025). Jika kembali, ia disebut tak akan memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan skuad Garuda, sesuatu yang diyakini bisa mempercepat kemajuan tim di ajang besar seperti Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
View this post on Instagram
Namun, Erick Thohir menegaskan PSSI kini sudah memiliki arah baru. Awal 2025, ia membentuk strata kepelatihan berjenjang untuk tim nasional dengan menunjuk Patrick Kluivert (Timnas senior), Gerald Vanenburg (U-23), dan Frank van Kempen (U-20).
Sayangnya, hasil tidak sesuai harapan. Kegagalan Vanenburg di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dan Kluivert di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia membuat struktur tersebut harus dievaluasi total.
“Untuk tim nasional, kalau enggak perform ya gitu. Walaupun sebenarnya saya kurang suka, karena membangun strata kepelatihan itu butuh waktu,” ujar Erick.
Ia juga menyinggung situasi saat awal menjabat, ketika hubungan antara Shin Tae-yong dan Indra Sjafri tidak harmonis. “Masing-masing senior, masing-masing punya ego. Baru di era Patrick (Kluivert) kita bisa bikin strata, tapi karena gagal ya mau bagaimana lagi,” ucapnya.
“Sekarang kalau ditanya pusing enggak? Pusing. Karena hilang pelatih senior, U-20, dan U-23,” tutup mantan Presiden Inter Milan itu.
What's Your Reaction?