Judo Pelajar Sumut Ukir Prestasi Nasional Meski Minim Anggaran
Meskipun harus berangkat ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Pelajar di Ciloto, Jawa Barat dengan biaya mandiri, mereka sukses membawa pulang tiga medali perak dan satu perunggu.
SUMUTJUARA - Dengan segala keterbatasan anggaran, tim judo pelajar Sumatera Utara (Sumut) tetap mampu mencatat prestasi membanggakan di kancah nasional.
Meskipun harus berangkat ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Pelajar di Ciloto, Jawa Barat dengan biaya mandiri, mereka sukses membawa pulang tiga medali perak dan satu perunggu.
Kejuaraan berlangsung pada 1–4 Juli 2025, dan medali perak diraih oleh:
-
Inoue Al Aqsha Firdaus di kelas -90 kg (kategori SMA),
-
Marta Marito Lumbanbatu di kelas -63 kg,
-
Muhammad Daffin Prayoga di kelas -100 kg.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Sementara medali perunggu disumbangkan oleh Jantika Abigael br Tamba di kelas +70 kg.
Ketua Umum Pengprov PJSI Sumut, Muhammad Arief Fadhillah, mengapresiasi pencapaian para atlet, namun tak menampik bahwa pihaknya belum sepenuhnya puas dengan hasil ini.
“Tiga atlet kita tembus ke final, tapi semuanya kalah. Ini menunjukkan masih banyak yang perlu dibenahi. Tanpa uji tanding, kita jelas tertinggal,” ujar Arief.
View this post on Instagram
Ia menyoroti pentingnya dukungan serius dari pihak terkait, khususnya dalam menghadapi persaingan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang semakin ketat.
“Lampung saja sudah bisa meraih emas. Kalau Dispora Sumut tak menunjukkan komitmen serius, posisi kita bisa terancam di Popnas nanti. Selama ini kita berangkat secara mandiri, tanpa dukungan dana pemerintah,” tambahnya.
Demi mengikuti Kejurnas, tim judo Sumut bahkan harus menempuh perjalanan panjang ke Jakarta dengan kapal laut karena keterbatasan biaya. Perjalanan ini memakan waktu empat hari tiga malam, jauh lebih melelahkan dibandingkan menggunakan pesawat. Beban biaya pun ditanggung sepenuhnya oleh Pengprov PJSI Sumut dan orang tua atlet.
Arief mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengajukan surat permohonan bantuan ke Dispora Sumut, namun hingga keberangkatan, tidak ada bantuan yang diterima.
“Kami berharap ke depan hal seperti ini tak terulang. Popnas sudah di depan mata, sementara tuntutan prestasi tetap tinggi. Tapi kalau dukungan minim, bagaimana mungkin kita bisa bersaing maksimal?” tegasnya.
PJSI Sumut berharap ke depannya perhatian terhadap pembinaan judo pelajar semakin meningkat, demi menjaga nama baik Sumatera Utara di ajang nasional.
What's Your Reaction?