Ketum PSSI Erick Thohir Apresiasi PT LIB atas Komitmen Majukan Sepak Bola Nasional

Erick menambahkan bahwa Oya memilih Indonesia meski mendapat banyak tawaran karena melihat komitmen kuat dari pemerintah dan federasi dalam membenahi sepak bola nasional.

Jul 8, 2025 - 09:53
Jul 8, 2025 - 09:53
 0
Ketum PSSI Erick Thohir Apresiasi PT LIB atas Komitmen Majukan Sepak Bola Nasional
Operator Liga merekrut Takeyuki Oya yang diangkat menjadi General Manager (GM) Competition and Operation LIB

BOLAHITA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang dinilainya menunjukkan keseriusan dalam membenahi tata kelola liga sepak bola di Indonesia. Menurut Erick, berbagai kebijakan yang diambil LIB selama dua tahun terakhir telah berjalan sejalan dengan visi PSSI.

Dalam pernyataannya di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB, Senin (7/7/2025) di Jakarta, Erick menyampaikan,

"Saya memberikan apresiasi kepada LIB. Dalam dua tahun ini banyak terobosan yang sudah dilakukan untuk Liga. PSSI sendiri fokus pada Timnas Indonesia, seperti halnya federasi di negara lain yang menjadikan tim nasional sebagai prioritas utama."

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Ia juga menegaskan bahwa meskipun PSSI hanya memiliki 1 persen saham di LIB, sinergi antar kedua institusi tetap berjalan harmonis demi kemajuan sepak bola nasional.

"Sebagai pengelola liga, LIB bersifat independen. Namun kita telah menyepakati kalender liga untuk tiga tahun ke depan agar sinkron dengan kebutuhan Timnas Indonesia. Ini bentuk sinergi yang baik."


Erick juga menyoroti sejumlah langkah progresif yang telah dilakukan LIB, seperti penerapan teknologi VAR (Video Assistant Referee), yang bahkan sudah direncanakan untuk Liga 2, sesuatu yang belum banyak dilakukan liga-liga divisi dua di negara lain, termasuk Liga Championship Inggris.

"Ini patut diapresiasi. Liga kita menjadi salah satu yang paling progresif. Selain itu, kita juga bersama-sama membangun sistem perwasitan. Tahun depan akan mulai menggunakan wasit asing—maksimal 30 persen—agar wasit lokal juga bisa terus berkembang. Di PSSI sendiri sudah ada Ogawa, dan kita terus melakukan rekrutmen serta pembenahan komisi perwasitan."

Langkah terbaru yang diapresiasi Erick adalah penunjukan Takeyuki Oya sebagai General Manager Competition and Operation di LIB. Oya merupakan sosok yang berpengalaman selama 16 tahun di J League (Liga Jepang).

"Ini terobosan yang bagus. Kita harus beri kesempatan kepada Oya untuk bekerja maksimal. Jangan buru-buru menuntut hasil. Transformasi ini bukan karena tekanan, tapi karena kesadaran bahwa liga kita memiliki potensi besar," ujarnya.

Erick menambahkan bahwa Oya memilih Indonesia meski mendapat banyak tawaran karena melihat komitmen kuat dari pemerintah dan federasi dalam membenahi sepak bola nasional.

"Kalau bangsa kita sendiri tidak melihat potensi ini, berarti ada yang salah. Kita semua—PSSI, LIB, pemerintah, dan masyarakat—harus memiliki komitmen yang sama untuk membangun sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik," pungkas Erick.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow