Kinerja Kadispora Sumut Ardan Noor Mulai Dipertanyakan
Kinerja Kadispora Sumut Ardan Noor Mulai Dipertanyakan
MEDAN - Sekretaris DPD Korps Indonesia Muda (KIM) Sumatera Utara, Fery Nofirman Tanjung mmpertanyakan kinerja Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara (Sumut), Ir Ardan Noor MM.
Setidaknya sudah setahun menjabat, Fery Nofirman Tanjung menilai tidak ada terobosan serta kinerja yang tidak jelas untuk memajukan dunia kepemudaan dan dunia olahraga di Sumut.
Menurut Fery Nofirman, Kadispora Sumut Ardan Noor MM merupakan kepala OPD hasil seleksi yang dilakukan oleh Pemprovsu tahun lalu. Di mana pejabat OPD hasil seleksi seharusnya merupakan hasil yang terbaik.
"Kadispora itu kan kepala OPD hasil seleksi jabatan tahun lalu, seharusnya dia sudah punya road map bagaimana memajukan kepemudaan di Sumut dan Prestasi Olahraga di Sumut, namun setahun menjabat Ardan Noor masih terjebak pada rutinitas saja," ucap Fery Nofirman.
Ini juga terkait dengan misi memajukan Pemuda Sumut, apalagi banyak organisasi kepemudaan, bahkan Sumut menjadi barometer organisasi di Indonesia.
"Namun Dispora Sumut tidak memiliki agenda dan program yang jelas untuk membina dan memajukan gerakan kepemudaan di Sumut," sebutnya lagi.
"Hal ini sangat kita sesalkan karena kita pada awalnya sangat berharap bahwa Bang Ardan bisa melakukan banyak hal untuk pemuda di Sumut. Gak ada program yang bisa dia bawa untuk Pemuda di Sumut," Fery Nofirman.
Ia melanjutkan tentang prestasi olahraga bahwa Provinsi Sumut hanya mampu finish di urutan ke-13 pada PON XX di Papua tahun 2021 dimana Sumut meraih 10 Emas, 22 Perak, 23 Perunggu.
Torehan 55 medali tersebut turun empat strip dari hasil PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat. Sumut berhasil meraih medali 16 Emas, 17 Perak dan 33 Perunggu dengan total 66 medali.
"Penurunan prestasi olahraga Sumut ini sangat kita sayangkan karena anggaran untuk pengembangan olahraga di Sumut sudah sangat besar namun tidak sejalan dengan hasil yang maksimal," kata Fery Nofirman.
Penurunan ini kata Fery Nofirman sebagai akibat gagalnya Kadispora Sumut mengkoordinasikan stake holder olahraga untuk menghasilkan prestasi keolahragaan di Sumut.
"Sumut Sport Center sampai dengan hari ini tidak jelas progres pembangunannya. Kami juga tidak mendengar adanya gebrakan yang serius yang dilakukan Ardan selaku Kadispora Sumut untuk membenahi olahraga di Sumut. Kadispora seharusnya menyampaikan kepada publik tentang program peningkatan prestasi olahraga di Sumut. Karena malu lah kita nanti jika sebagai tuan rumah tidak mendapat prestasi alias menjadi penonton saja," tegas Fery Nofirman.
"Sebenarnya, PR kadispora Sumut ini banyak, tapi kita tidak melihat keinginan serius dari Kadispora Sumut untuk melakukan langkah-langkah kongkrit yang strategis untuk merubah situasi dan hanya pasrah pada keadaan saja," Fery Nofirman.
Ia menambahkan, bila memang yang bersangkutan sudah tidak sanggup sebaiknya kibarkan bendera putih saja.
"Lebih baik mundur sebagai Kadispora Sumut daripada terus dipertahankan tapi tidak bisa berbuat apa-apa, Saya yakin masih banyak sosok-sosok ASN yang lebih mampu dari beliau," pungkasnya.
Sementara itu, Kadisporasu Ardan Noor MM tidak berhasil dikonfirmasi. Meskipun sudah berulang kali dihubungi awak media ke nomor pribadinya pada Rabu siang. Begitu juga pesan WhatsApp yang dikirim juga tidak dibalas.
What's Your Reaction?