Pecatur Vietnam Juara, RKBN Chess Internasional Tuai Pujian
Dari 9 babak yang dijalani di kelas catur klasik open, GM Nguyen Duc sukses mengumpulkan 7,5 poin. Nguyen Duc selisih 1/2 poin atas rekan senegaranya GM Nguyen Van Huy dengan 7 poin dan pecatur India GM Sriram Jha dengan 7 poin.
BOLAHITA - Pecatur Vietnam, Grandmaster (GM) Nguyen Duc Hoa sukses merebut gelar juara pada turnamen bertajuk ‘Rumah Kolaborasi Bobby Nasution (RKBN) Chess Internasional 2023, yang berlangsung di Medan, 5-10 Desember. Pada hari terakhir kejuaraan di Hotel Inna Deli, Medan, Minggu (10/12) sore, Nguyen Duc berhak meraih medali, trofi, dan uang pembinaan cukup fantastis yakni Rp25 juta.
Dari 9 babak yang dijalani di kelas catur klasik open, GM Nguyen Duc sukses mengumpulkan 7,5 poin. Nguyen Duc selisih 1/2 poin atas rekan senegaranya GM Nguyen Van Huy dengan 7 poin dan pecatur India GM Sriram Jha dengan 7 poin.
Usai penyerahan trofi, Nguyen Duc mengapresiasi kejuaraan yang dinilai sukses. Dirinya berharap kejuaraan ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan. "Ini adalah kejuaraan yang sangat positif bagi saya. Ini salah satu kejuaraan terbesar yang pernah saya ikuti di Indonesia," ucapnya.
Turnamen ini juga menuai pujian dari wasit asal Malaysia. Arsyad Muhammad, wasit asal Malaysia, juga mengaku kagum dengan turnamen RKBN Chess. Apalagi hadiah yang diperebutkan menurutnya lebih besar dari turnamen di Malaysia.
“Ini adalah peluang bagi Medan mendapatkan pengalaman menjadi tuan rumah kejuaraan internasional. Saya rasa ramai pemain Medan mendapat peringkat bagus. Hadiah Rp 240 juta tentu sangat besar atau hampir 80 ribu Ringgit. Jumlah tersebut tidak mampu ditandingi kejuaraan yang pernah dilaksanakan di Malaysia,” jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan pecatur asal Uzbekistan, Arena Grandmaster (AGM) Avazbek Ishbaev yang mengakui kesuksesan kejuaraan ini. Menurut Avazbek kejuaraan ini kiranya bisa dilanjutkan di tahun selanjutnya. “Terima kasih banyak kepada seluruh komite penyelenggara yang telah melaksanakan kompetisi luar biasa ini. Kami berharap turnamen ini terus dilakukan sebagai sebuah tradisi yang dilakukan juga setiap tahun,” pujinya.
*BERKELANJUTAN
Sementara, kejuaraan resmi ditutup pembina RKBN yang juga Walikota Medan, Bobby Nasution. Mantu presiden Joko Widodo ini berkomitmen tahun depan akan digelar kejuaraan yang sama dengan hadiah dan peserta yang lebih meriah.
"Kegiatan ini pembelajaran bagi kami karena pertama yg dilakukan di Medan. Karena itu, kami memohon jika ada kekurangan pelaksanaan turnamen untuk diberi masukan. Kami berjanji untuk tahun depan akan dilanjutkan kegiatan ini lebih baik lagi. Dengan hadiah yang lebih besar. Sampai jumpa di tahun depan," ucap Bobby.
Bobby menilai kejuaraan ini bisa membangkitkan kembali prestasi cabor catur di Medan khususnya, maupun nasional umumnya. Terutama sebagai persiapan menuju PON 2024, sehingga akan lahir kembali pecatur andal yang bisa meraih prestasi di event internasional.
"Kita akan mengikuti gelaran PON 2024. Saya minta para atlet dan wasit mari sama - sama kita perdalam, gali potensi melalui turnamen atau event di kota Medan," pesan Bobby.
Sedangkan Kepala Bidang pertandingan dan perwasitan PB Percasi, Agus Subandrio mengatakan kejuaraan ini sangat baik bagi para pecatur, khususnya mereka yang sedang persiapan menuju PON 2024.
“Kami juga mendegar masukan dari teman teman daerah, mudah - mudahan 2024 dilaksanakan RKBN yang kedua. Kegiatan ini tidak hanya ciptakan atlet bertaraf internasional, namun wasit berlevel internasional," ujar Agus.
Sementara Ketua panitia, Arif Rahman Saragih menjelaskan, total ada 6 kategori dalam kejuaraan tersebut dengan total hadiah Rp240 juta. Secara umum, kejuaraan yang berlangsung selama enam hari tersebut mendapat apresiasi dari seluruh peserta.
“Harapannya saya ke depannya, ini bisa dilaksanakan lagi tahun depan. Terima kasih kepada rekan – rekan RKBN,” katanya.
Selain kategori open, untuk kategori Blitz jaura direbut Dhiaulhaq Zacky (Indonesia). Kemudian kategori Challenger, Hamdan Yelpi (Indonesia), best veteran, Internasional Master (IM) Young Angelo (Filipina), Best Junior U-13 Saerang Veyron (Indonesia), dan best women Rahayu Wita (Indonesia).
What's Your Reaction?