PJSI SUMUT DORONG PENAMBAHAN ATLET JUDO DI PPLP
Arief berharap dukungan dari KONI Sumut serta pihak-pihak terkait di pemerintahan, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga, dapat terus mengalir agar program pembinaan judo Sumatera Utara berjalan lebih maksimal pada 2026.
BOLAHITA, SUMUT JUARA - Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan atlet yang telah dijalankan sepanjang 2025.
Langkah ini ditempuh sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan judo Sumut memasuki tahun 2026.
Ketua PJSI Sumut, M Arief Fadhillah, menegaskan bahwa program pemusatan latihan daerah (Pelatda) tetap akan berjalan, meskipun berada di luar program resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pelatda tersebut mencakup atlet lapis 2 dan lapis 3 yang seluruh pembiayaannya ditanggung secara mandiri oleh pengurus.
“Seperti biasa, Pelatda tetap berjalan. Di luar Pelatda resmi KONI, kami tetap menjalankan Pelatda lapis 2 dan lapis 3 dengan biaya mandiri,” ujar Arief.
Selain Pelatda, PJSI Sumut juga menaruh harapan besar pada terealisasinya kerja sama dengan Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).
Arief menyebut, rencana kolaborasi tersebut membutuhkan proses perizinan yang cukup panjang, bahkan hampir memakan waktu satu tahun.
Di sisi lain, PJSI Sumut mengakui masih menghadapi kendala keterbatasan kuota atlet judo di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Saat ini, judo hanya memperoleh tambahan dua kuota atlet sehingga total menjadi empat atlet.
Sementara itu, dua atlet yang sebelumnya ada dipastikan tidak lagi memenuhi syarat usia untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) mendatang.
“Kami hanya mendapatkan tambahan dua kuota, sehingga total menjadi empat. Padahal kami sudah mengajukan permohonan penambahan empat kuota ke Dispora. Harapannya kuota ini bisa ditambah agar pembinaan atlet tetap optimal,” jelasnya.
Arief berharap dukungan dari KONI Sumut serta pihak-pihak terkait di pemerintahan, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga, dapat terus mengalir agar program pembinaan judo Sumatera Utara berjalan lebih maksimal pada 2026.
What's Your Reaction?