Polemik Baru di PSMS Muncul, Kodrat Shah Tak Terima Hasil RUPS
Polemik Baru di PSMS Muncul, Kodrat Shah Tak Terima Hasil RUPS
BOLAHITA, MEDAN - Polemik baru sepertinya akan muncul pasca dikeluarkannya putusan baru dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Kinantan Medan Indonesia beberapa waktu lalu.
Dimana telah mengangkat direktur baru dan membentuk manajemen PSMS Medan musim ini.
Kodrat Shah sebagai pemegang saham pun menolak hasil RUPS yang digelar pada tanggal 25 Maret 2022 lalu.
Kodrat Shah menegaskan jika RUPS itu tak digelar karena Edy Rahmayadi selaku pemilik saham mayoritas tak berada di Medan di hari itu. Kodrat mengaku diundang tapi hanya mengutus pengacaranya.
"Ada undangan RUPS untuk tanggal 25 Maret 2022. Saya berikan kuasa kepada pengacara untuk menolak RUPS itu karena pelanggaran tempatnya di rumah dinas dan tidak sesuai dengan undang-undang," kata Kodrat Shah.
" Saya tidak pernah tandatangan, karena saya tidak datang dan Edy Rahmayadi sedang di Bali. Saya akan bawa ini ke ranah hukum. Bagaimana bisa sekarang Notaris membuat akta tanpa ada RUPS," ucap Kodrat yang baru terpilih lagi menjadi Ketua Asprov PSSI Sumut itu.
Kodrat diketahui sebagai pemegang saham PSMS sebesar 49 persen, sedangkan Edy Rahmayadi memiliki saham 51 persen.
"Saya tidak ada masalah dengan Edy, tapi tiba-tiba dia buat surat pemecatan. Saya sebagai pemegang Saham 49 persen dan surat undangan RUPS 25 Maret 2022 di aula rumah Dinas Gubernur yang jelas sebagai milik negara. Apa-apaan sebelum RUPS sudah memecat pemegang saham? dia juga melanggar UU Kepala Daerah. Ini akan kita adukan kepada Bapak Presiden. Sesuai pasal 76 ayat 1 huruf C dari undang-undang No.23,tahun 2014 tentang Kepala Daerah & Pasal 77 ayat 1 hukumannya," Kodrat Shah.
Sekadar mengingatkan bahwa hasil RUPS mengumumkan susunan direksi baru PT Kinantan Medan Indonesia yang menaungi PSMS. Posisi Dirut dijabat Arifuddin Maulana Basri, seorang pengusaha asal Aceh yang merupakan menantu dari Gubernur Edy Rahmayadi. Posisi itu sebelumnya dijabat Kodrat Shah.
Dalam susunan direksi itu juga terdapat nama Andry Mahyar Matondang, mantan manajer PSMS 2015 dan Dirtek 2018. Sementara Mulyadi Simatupang tetap sebagai manajer dan dibantu tiga nama baru di asisten manajer yakni Iswanda Ramli, M Fuad dan Albert Panjaitan.
What's Your Reaction?