Stadion Madya Atletik dan Martial Arts Mulai untuk PON 2024 Mulai Dibangun
Acara peletakan batu pertama dilaksanakan pada Jumat (31/3/2023) dan dihadiri oleh Gubernur Edy Rahmayadi beserta jajarannya
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Pemerintah Provinsi Sumut berpacu dengan waktu untuk membangun venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang akan digelar di Sumut dan Aceh pada 2024.
Dua venue baru yang akan dibangun adalah Stadion Atletik Madya dan Pencak Silat. Arena yang terletak di Gelanggang Olahraga Deli Desa Sena, Kualanamu, Deli Serdang. Acara peletakan batu pertama dilaksanakan pada Jumat (31/3/2023) dan dihadiri oleh Gubernur Edy Rahmayadi beserta jajarannya.
Namun, pembangunan venue baru di Sports Center baru akan dimulai setelah masalah hukum diselesaikan.
Gubernur Edy mengatakan, kendala yang dihadapi sejak peletakan batu pertama pada Agustus 2019, karena ada persoalan hukum terkait kepemilikan tanah. Presiden telah menyatakan bahwa tanah tersebut adalah HGU (Hak Guna Usaha), bukan bekas HGU.
Oleh karena itu, Gubernur menekankan pentingnya memastikan bahwa tanah tersebut legal dan halal (dibolehkan menurut hukum Islam).
Dia mendesak kontraktor untuk mempercepat proyek dan menyelesaikan konstruksi pada akhir tahun. Biaya pembangunan GOR Bela Diri dan Stadion Atletik Madya diperkirakan mencapai Rp 300 miliar.
Gubernur juga memastikan, selain dua venue tersebut, akan ada pembangunan venue lain untuk PON, antara lain Stadion Utama pada Juli dan GOR Bulutangkis dan Bola Voli Indoor mulai Juni.
Selanjutnya, kawasan bisnis seluas 300 hektar akan dikembangkan, termasuk rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan, dan tujuan wisata untuk anak-anak dan orang dewasa. Investor juga tertarik untuk membangun di atas tanah ini.
Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Sumut, Baharuddin Siagian mengatakan, Stadion Atletik Madya akan menjadi tuan rumah cabang olahraga atletik yang sedang dibangun dua lintasan. Sementara itu, Arena Seni Bela Diri akan digunakan untuk pertandingan Jujitsu, Karate, Taekwondo, dan Wushu.
Selain Gelanggang Olah Raga, berbagai venue lainnya, antara lain Stadion Mini Olahraga, Kolam Renang Selayang, Bowling, Lapangan Tembak, dan Gedung Serba Guna juga sedang direnovasi.
Gubernur Edy Rahmayadi dan Baharuddin Siagian menampik rumor pembangunan beberapa venue, lokasi wisata, dan kepentingan komersial di lahan seluas 300 hektar itu untuk kepentingan pribadi.
Sebaliknya, mereka menegaskan bahwa proyek tersebut adalah untuk masyarakat, khususnya anak-anak muda berbakat atletik, untuk mewakili Sumut di ajang olahraga nasional dan internasional.
Venue akan dibangun dengan standar internasional dan bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang, karena kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan, serta tempat rekreasi.
What's Your Reaction?