Suharto AD Meninggal Dunia
Kabar duka datang dari dunia sepak bola Sumatera Utara. Salah satu tokoh penting, Suharto AD, meninggal dunia di usia 59 tahun setelah berjuang melawan sejumlah penyakit seperti stroke dan diabetes sejak akhir 2023.
BOLAHITA - Kabar duka datang dari dunia sepak bola Sumatera Utara. Salah satu tokoh penting, Suharto AD, meninggal dunia di usia 59 tahun setelah berjuang melawan sejumlah penyakit seperti stroke dan diabetes sejak akhir 2023.
Putri almarhum, Riska, mengisahkan detik-detik terakhir sang ayah. Suharto sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan, pada Selasa (20/5/2025) karena mengalami kejang dan langsung dirawat intensif di ruang ICU akibat gangguan pada lambung.
"Sejak Selasa itu Bapak tidak sadarkan diri. Jumat sempat menjalani operasi dan sempat merespon dengan gerakan kecil saat diajak bicara, tapi pagi ini dokter menyatakan Bapak sudah tiada," ujar Riska di rumah duka, Jalan Karya Jaya, Gang Karya X, Pangkalan Masyur, Medan.
Meski tak lagi aktif melatih sejak sakit, Suharto masih mengikuti perkembangan sepak bola Sumut. Ia sempat melatih Sada Sumut (sekarang Sumut United) di Liga 2 musim 2023/2024, meskipun hanya setengah musim. Sejak itu, kesehatannya kian menurun dan ia harus menggunakan kursi roda akibat stroke. Namun, semangatnya terhadap dunia sepak bola tak pernah padam.
“Bapak masih ingin kembali melatih. Tapi kondisi kesehatannya tidak memungkinkan,” ucap Riska. Ia juga menuturkan bahwa sang ayah sangat terharu ketika tim pelatih dan ofisial Sumut United datang membawakan trofi juara Liga 3 pada Februari 2025 lalu. “Bapak sampai menangis waktu itu,” kenangnya.
Suharto AD juga dikenal sebagai ayah yang kuat dan penuh pengorbanan. Sejak kepergian istrinya usai melahirkan anak keenam, ia membesarkan keenam anaknya seorang diri dengan bantuan keluarga. “Pesan Bapak cuma satu: kami harus tetap rukun sesama saudara,” tambah Riska.
View this post on Instagram
Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Minggu (25/5/2025) sebelum waktu salat Zuhur.
Suharto merupakan legenda sepak bola Sumut. Sebagai pemain, ia pernah menjadi striker andalan PSMS dan memperkuat tim PON Sumut. Salah satu momen paling bersejarah adalah ketika ia membawa Sumut meraih medali emas sepak bola PON 1989 lewat gol yang ia cetak di partai final.
Karier kepelatihan Suharto juga tidak kalah cemerlang. Ia sempat melatih PSMS di berbagai era, mulai dari Piala Caltex 1995, Liga Indonesia 1996-1997, musim 2010/2011 dan 2012/2013. Di Piala Kemerdekaan 2015, ia membawa PSMS menjadi juara—sebuah pencapaian yang menjadi salah satu prestasi terbaiknya. Suharto juga sempat menjadi asisten pelatih PSMS di Liga 1 2018 di bawah Peter Butler dan pernah menangani PS TNI.
Di level Liga 3, Suharto pernah melatih Bhinneka FC, Batubara Bisa FC, dan kemudian membawa Karo United (sekarang Sumut United) menjadi juara nasional Liga 3 tahun 2022. Ia juga pernah dipercaya menukangi tim PON Sumut, meski akhirnya tidak ikut dalam keberangkatan tim.
Pada musim 2022/2023, Suharto membawa Sada Sumut menempati peringkat kedua klasemen Grup Barat Liga 2 sebelum kompetisi dihentikan karena tragedi Kanjuruhan. Ia kembali dipercaya melatih Sada Sumut pada musim berikutnya, namun hanya bertahan setengah musim sebelum akhirnya berpisah dengan klub.
Kepergian Suharto AD meninggalkan jejak mendalam di dunia sepak bola Tanah Air, khususnya Sumatera Utara. Semangat, dedikasi, dan kontribusinya akan selalu dikenang. Selamat jalan, Coach Suharto. Terima kasih atas pengabdianmu.
What's Your Reaction?