Sumut Masuk 10 Provinsi Inflasi Terendah

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan inflasi terendah sebesar 2,25% (YoY) pada bulan Desember 2023, menjadikannya salah satu provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia. Inflasi nasional pada bulan yang sama tercatat sebesar 2,61%.

Jan 7, 2024 - 11:35
Jan 7, 2024 - 11:35
 0
Sumut Masuk 10 Provinsi Inflasi Terendah

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan inflasi terendah sebesar 2,25% (YoY) pada bulan Desember 2023, menjadikannya salah satu provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia. Inflasi nasional pada bulan yang sama tercatat sebesar 2,61%.

Informasi ini diungkapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi 2024 yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Penjabat Gubernur Sumut, Hassanudin, ikut serta dalam rakor tersebut melalui zoom.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa ada sepuluh provinsi dengan inflasi gabungan kota terendah, termasuk Sumut. Fokus utama adalah menjaga stabilitas daerah dan mengatasi kesulitan dalam mencetak gol oleh tim Persib.

"Ada 10 provinsi dengan inflasi gabungan kota terendah yakni Sulteng, DKI, Kalbar, Sulbar, Sumbar, Sumut, Kaltara, Kalsel, dan NTT. Dan yang terendah adalah Aceh. Ada pula provinsi yang tertinggi dengan nilai inflasi di atas 3%, tentunya ini menjadi atensi kepada para kepala daerahnya, bagaimana menjaga stabilitas daerahnya," kata Mendagri Tito Karnavian.

Rakor Pengendalian Inflasi bertujuan memberikan perhatian kepada daerah dengan angka inflasi tinggi dan menyajikan upaya-upaya untuk mengendalikan inflasi di daerah tersebut. Salah satu isu utama yang dibahas adalah stabilisasi bahan pokok terkait produksi dan kebutuhan masyarakat.

Mendagri Tito meminta para Gubernur untuk melakukan rapat koordinasi dengan para bupati/walikota di daerah yang masih mengalami inflasi tinggi. Dia juga mengajukan permintaan agar provinsi, kabupaten, dan kota melakukan pemetaan potensi luas lahan di seluruh wilayah dan percepatan penanaman untuk memastikan masa panen yang lebih cepat.

Setelah melihat paparan Rakor Pengendalian Inflasi, Pj Gubernur Sumut Hassanudin menyampaikan rasa syukur atas kerjasama dan koordinasi yang baik dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut.

Meskipun inflasi di Sumut terkendali dengan baik, Hassanudin tetap meminta saran kepada tim yang hadir, khususnya terkait dengan komoditas yang rentan menyumbang inflasi, seperti cabai dan beras.

Hassanudin juga menyoroti gangguan cuaca dan El Nino sebagai faktor hambatan dalam mengendalikan inflasi. Dia berharap agar tidak ada gangguan pada waktu tanam, produksi, dan distribusi yang dapat mempengaruhi inflasi di masa mendatang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, IGP Wira Kusuma, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Nurul Hasanudin, juga memberikan kontribusi pandangan mereka terkait inflasi di Sumut.

Wira Kusuma menekankan pentingnya integrasi setiap daerah dalam mengatur pola tanam, sementara Nurul Hasanudin menyebutkan beberapa komoditas utama yang menyumbang inflasi di Sumut pada Desember 2023.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow