Ungkap Alasan Calonkan Diri Lagi Jadi Ketum PSSI, LaNyalla Ingin Bayar Utang
Pria berusia 63 tahun itu merasa masih punya utang yang harus dibayar kala dia masih menjabat pada periode 2015 lalu.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
JAKARTA - AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengungkapkan alasan dirinya kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI.
Pria berusia 63 tahun itu merasa masih punya utang yang harus dibayar kala dia masih menjabat pada periode 2015 lalu.
LaNyalla menjadi orang pertama yang mengirim berkas pencalonan Ketum PSSI untuk periode 2023 sampai 2027. Dia mengantar berkas-berkas tersebut ke kantor PSSI di GBK Arena pada Jumat (13/1/2023 siang WIB.
Dia bukanlah orang baru di federasi sepak bola Indonesia. Sebab, LaNyalla pernah menjadi Komite Eksekutif (Exco), wakil ketua umum pada periode 2013 sampai 2015. Sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketum PSSI pada 2015-2016.
Kini, LaNyalla kembali mencalonkan diri sebagai Caketum PSSI untuk periode 2023-2027. Pria yang juga menjabat Ketum Pengurus Besar (PB) Muay Thai ini menceritakan alasannya dibalik pencalonan kali ini. Alasan tersebut berangkat dari masalah-masalah yang pernah dia hadapi.
"Saya masih ingat sekali perjuangan PSSI mulai dari 2012 sampai 2015, yang mulai dari PSSI asli dan anggotanya palsu, kemudian saya membuat KPSI yang organisasinya palsu tapi anggotanya asli. Setelah pertemuan beberapa kali IPL & ISL tetap jalan dan Alhamdulillah terjadi kongres luar biasa penggabungan antara IPL dan ISL," kata LaNyalla kepada awak media di GBK Arena, Jumat (13/1/2023).
"Di situ akhirnya Pak Djohar Arifin sebagai Ketum dan saya sebagai Waketum yang membidangi Badan Tim Nasional (BTN). Kemudian di 2015 ada KLB, dari 107 voters, saya mendapatkan 94 voters dan sisanya untuk calon ketum lain yang jumlahnya ada sembilan atau sekian," lanjutnya.
"Pada saat saya dilantik oleh FIFA, saat itu saya juga mendapatkan surat pembekuan dari Menpora (Imam Nahrawi). Dari situlah akhirnya kami berjuang, sampai saya menang di PTUN, menang di tingkat banding dan sampai di kasasi kami menang. Tapi ternyata ada kejadian luar biasa, saya yang merasa dikriminalisasi akhirnya saya masuk di dalam tahanan, yang katanya saya korupsi dana hibah Kadin," sambungnya.
Dari kejadian tersebut, LaNyalla merasa masih memiliki utang karena tugasnya saat menjabat sebagai Ketum PSSI kala itu belum selesai. Maka dari itulah, dia merasa bahwa ini waktunya untuk dia membayar lunas utang-utangnya.
"Dari sanalah berangkatnya, berarti saya masih punya utang untuk menyelesaikan tugas-tugas saya yang dibawa oleh para voter yang meminta saya sebagai ketua umum 94 suara ini, akhirnya saya dalam tahanan bisa bebas murni, dan tidak terbukti apa yang dituduhkan kepada saya dan akhirnya saya menjadi Ketua DPD RI," ungkapnya.
"Kemudian, pada saat itulah saya mau mencalonkan diri sebagai ketua PSSI, tapi karena di situ ada calon ketua pak Iwan Bule, saya anggap cukup kredibel pada saat itu, akhirnya saya tidak maju. Dan sekarang saya terpanggil, karena sudah waktunya kami melihat bahwa sudah waktunya saya harus membayar hutang saya, yang dulu saya diberi amanah oleh anggota PSSI para voters dari 94 itulah akhirnya saya sekarang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI," tutup LaNyalla.
What's Your Reaction?