BOLAHITA, MEDAN - Zainul Kahfi Lubis kembali dipercaya untuk memimpin kepengurusan National Paralympic Committee (NPC) kota
Medan periode 2019-2024.
Pria yang sebelumnya juga menjabat sebagai ketua NPC
Medan Periode 2014-2019 ini kembali terpilih menjadi ketua umum pada hasil Musyawarah Kota (Musorkot), yang berlangsung di Aula NPC Sumut, Jalan GM Panggabean, Selasa (10/12) siang. Dihadiri oleh 80 atlet, Zainul terpilih secara aklamasi (calon tunggal).
Usai terpilih, Zainul Kahfi Lubis mengatakan kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik demi memajukan roda organisasi NPC
Sumut ke depan. Tentunya Zainul menilai ini adalah tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan, sehingga kerja sama seluruh pengurus harus terjalin dengan baik dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi untuk membina atlet berprestasi, dan manajemen SDM organisasi yang unggul dan profesional.
"Saya berharap kerja sama seluruh jajaran pengurus untuk lebih serius dalam menjalankan roda organisasi. Tugas kita tidak hanya membina atlet menjadi berprestasi saja, tetapi manajemen organisasi harus sehat dengan SDM yang unggul. Semua program kerja demi kemajuan NPC
Medan akan kita susun. Termasuk akan kita laksanakan pelatihan pelatih cabor untuk menambah wawasan mereka. Jika pelatih berkualitas, tentunya atlet yang dibina memiliki kualitas baik," ucap Zainul.
Zainul juga mengapresiasi komitmen dari pemerintah kota
Medan yang akan terus berupaya maksimal untuk meningkatkan bahkan menyamaratakan anggaran olahraga NPC dengan KONI. Zainul melihat hal itu memang sangat perlu, sebab tanpa dorongan anggaran yang maksimal, salah satu kendala bagi pengurus untuk melakukan pembinaan atlet dengan maksimal. Zainul menyadari selama kepemimpinan periode pertama, masih banyak program kerja yang belum terealisasi. Salah satu faktornya adalah kesediaan anggaran NPC.
"Kita juga akan terus berjuang dan meminta kepada pemko
Medan agar anggaran NPC
Medan lebih baik ke depan. Karena untuk saat ini, kita masih memaksimalkan anggaran yang ada. Jika anggaran baik, saya optimistis pembinaan atlet akan berjalan lebih maksimal," harapnya.
Sebelumnya pelaksana tugas Walikota
Medan Akhyar Nasution melalui sekretaris Dispora
Medan A'zam Nasution mengatakan, tantangan dalam melakukan pembinaan atlet disabilitas tentu tidak sama dengan atlet normal. Dikatakan A'zam perlu pendekatan khusus dalam membina atlet difabel. Mengurus olahraga NPC memerlukan orang - orang yang sepenuh hati, ikhlas, dan tanpa pamrih serta tidak memikirkan keuntungan baginya.
"Musyawarah ini dilaksanakan ada iniasi yang baik demi keberlangsungan organisasi agar berjalan dengan baik. Pengurus harus punya cita - cita yang baik dalam mengelola pembinaan atlet. Tidak mudah membina atlet disabilitas," ucap Azam.
Begitupun, pihaknya menilai sudah banyak prestasi yang diukir para atlet NPC
Medan baik saat membela
Sumut di even nasional maupun mewakili Indonesia di event internasional. Prestasi inilah yang membuat pemerintah akan terus berupaya mendorong semaksimal mungkin agar pembinaan yang dilakukan NPC
Medan berjalan lebih baik, sehingga harapan untuk mencetak generasi penerus atlet berprestasi terus berjalan. "Banyak atlet NPC
Medan masuk pelatnas dan punya potensi meraih medali di ajang internasional termasuk dalam waktu dekat ini ASEAN Paragames 2019 di Filipina. Kita bangga dengan prestasi atlet
Medan yang telah mengharumkan nama kota
Medan di kancah nasional maupun internasional," kata Azam.
Meski saat ini, diakui A'zam bahwa pemerintah daerah belum bisa sepenuhnya menyamaratakan anggaran pembinaan antara atlet berprestasi dengan NPC. Di satu sisi, A'zam berharap kiranya tidak hanya peran pemko
Medan saja yang berupaya untuk terus mewujudkan cita - cita tersebut. Peran dari seluruh stakeholder olahraga termasuk NPC
Sumut untuk bisa meyakinkan bahwa atlet difabel juga pantas mendapat penyetaraan sama dengan atlet normal, mulai dari bonus, tali asih, hingga anggaran pembinaan olahraga. A'zam berpesan dengan anggaran yang ada lantas tidak menyurutkan para atlet untuk tidak berpretasi.
"Harus kita akui KONI kota
Medan menerima anggaran yang cukup untuk pembinaan atlet berprestasi. Berbanding terbalik dengan NPC yang masih jauh di bawah anggaran KONI. Saya lihat prestasi atlet NPC tidak jauh dengan atlet KONI. Tapi jangan merasa rendah dan minder. Kami (Dispora) tentu punya manuver untuk lebih perhatian kepada NPC. Kami berharap pengurus NPC ini terus bisa melahirkan atlet berprestasi. Tidak hanya itu, bagaimana bisa mensejahterakan atlet NPC
Medan. Manfaatkan anggaran yang ada, dan jangan jadi alasan kita untuk tidak berprestasi," harap A'zam.
Sementara Wakil ketua bidang Binpres NPC Sumut, Mazrinal Nasution berharap di kepengurusan NPC yang terpilih lima tahun ke depan, intens dalam melakukan pembinaan atlet usia muda (pelajar). Hal ini menurutnya sangat penting, apalagi ke depan sudah banyak event - event nasional baik tingkat pelajar maupun senior yang harus diikuti. Termasuk yang paling penting adalah mencari talenta - talenta baru yang bakal diandalkan pada Peparnas 2024, saat
Sumut bakal menjadi tuan rumah.
"Ke depan kami berharap pengurus lebih fokus pada pembinaan atlet pelajar yang menjadi harapan sekaligus cikal - bakal atlet andalan di Peparnas 2024. Kemudian memetakan cabor yang dinilai potensi meraih medali, tanpa mengesampingkan cabor lainnya. Pembinaan harus terus berjalan berkesinambungan dan jelas program kerja latihan. Kemudian pengurus NPC
Medan juga harus bisa menyamakan program kerja dengan kalender event daerah, nasional, dan internasional," pesan Mazrinal didampingi Wakil sekretaris NPC
Sumut Suliadi, dan wakil ketua bidang organisasi Erwin Yoesuf Nasution.
Usai terpilih menjadi ketua umum NPC Kota
Medan periode 2019-2024, Zainul diberi mandat sebagai ketua tim formatur untuk menyusun nama - nama pengurus dalam waktu kurang dari satu bulan.