BOLAHITA, KABANJAHE - Kesedihan mendalam tak hanya memayungi keluarga yang ditinggalkan Roy Chandra Perangin-angin.
Seluruh rekan dan insan sepakbola di Kabupaten Karo juga turut bersedih, kehilangan satu sahabat terbaik sekaligus pelopor lahirnya komunitas Generasi Inspiratif Karo (GIK).
Termasuk eks pemain PSMS Medan, Andr Sitepu yang sudah saling mengenal dan bermain bersama Roy Chandra Perangin-angin sejak tahun 2011.
"Roy ini pekerja keras, jadi untuk menggapai impiannya, dia tak mau setengah-tengah. Sama seperti kemarin, sempat ikut seleksi sampai ke Jakarta, Jogja dan Balikpapan. Menjadi pemain bola terus dia kejar, urusan kalah seleksi nomor dua," kata Andre Sitepu.
"Kalau aku kehilangan, sangat kehilangan sekali. Kami semua kehilangans satu teman terbaik dalam sepakbola. Selama ini kalau ada event, dia temanku sharing. Kami berdebat, tapi untuk mematangkan ide ini semakin jadi," ucap Andre Sitepu.
Kepergian Roy Perangin-angin memang sangat menyedihkan siapa saja. Terlebih bagi komunitas Genrasi Insirpiasi Karo (GIK) yang baru saja aktif.
"Roy menjadi satu sosok penting bersama beberapa teman lain membentuk GIK," Andre Sitepu.
"Jadi disini sekarang (Kabanjahe, red) banyak yang kehilangan Roy. Karena dia sosoknya mudah bergaul, enggak milih dan bisa menempatkan diri. Di media sosial banyak yang merespon berduka, merasa kehilangan Roy. Tak hanya disini, tapi di Medan dan Kabupaten Dairi," beber Andre Sitepu.
Andre mengatakan bahwa Minggu (22/12) pagi, Roy sempat mengalami masa kritis di RS Evarina Desa Raya, Kabanjahe.
Hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 11 siang.
Roy merupakan anak paling bungsu dari lima bersaudara dan rencananya akan dikebumikan pada hari Selasa (24/12) di desa Sukamaju, Kecamatan Tiga Panah.